Pondasi tiang pancang merupakan Pondasi yang digunakan 1 cm yang dipancangkan sebagai penahan utamanya. Tiang pancang ditancapkan ke dalam tanah sehingga mencapai lapisan terdalam yang mempunyai daya dukung yang lebih kuat. Cara kerjanya adalah beban bangunan yang disangga oleh pondasi beton lalu disalurkan ke tiang pancang yang diteruskan ke dalam lapisan tanah yang keras sehingga kedudukan dan keamanan bangunan tersebut menjadi lebih terjamin.

Pada artikel kali ini ini saya akan membahas tiang pancang yang berasal dari beton. Pada umumnya ukuran tiang pancang yang sering dibuat untuk pondasi rumah berukuran antara 10 sampai 30 meter. Lingkaran, persegi, dan segitiga adalah bentuk penampang dari tiang pancang. Pemancangan harus dilakukan dengan penuh perhitungan saat pelaksanaannya karena agar tidak menimbulkan kesalahan ataupun kerusakan. Biasanya para pekerja akan memakai bantuan mesin hidrolyc hammer supaya lebih memudahkan pekerjaan menggunakan jenis alat berat berwujud palu besar yang dapat bekerja menurut sistem hidrolik.

Saya akan menjelaskan mengenai metode cara pemancangan tiang pancang beton yang menggunakan alat pancang hidrolik seperti dibawah ini :

  1. Anda harus menyiapkan lahan area untuk kerja yang cukup guna menempatkan alat berat juga area alat manuver.
  2. Anda juga perlu menyiapkan lahan untuk penempatan material tiang pancang di posisi yang strategis untuk memudahkan pekerjaannya.
  3. Di setiap masing-masing tiang pancang harus diberi identitas dan diberi meteran per 1 meter
  4. Siapkanlah alat-alat kerja pendukung lainnya
  5. Anda harus melakukan pengukuran
  6. Pemborong harus melakukan pengukuran yang disaksikan dan disahkan oleh direksi/MK
  7. Posisi dari setiap harus ditandai dengan patokan bergaris tengah 80 mm dengan panjang 300 mm yang ditancapkan ke dalam tanah
  8. Anda harus mengecat bagian atas patok sepanjang 150 mm dengan warna yang mencolok
  9. Anda harus menyiapkan tiang yang akan dijacking sebelum memulai jacking. Anda harus mengecek terlebih dahulu dan harus di posisikan dalam keadaan vertikal
  10. Anda harus melakukan penyambungan tiap bagian tiang secermat mungkin agar tidak ada celah maupun lubang pada sambungan las tersebut.
  11. Nomor referensi, tanggal cor, dan panjang tiang harus dipunyai oleh setiap tiang pancang
  12. Tanda pada interval 50 cm harus diberikan kepada setiap tiang pancang bagian 1
  13. Tanda pada interval 25 cm harus diberikan kepada setiap tiang pancang bagian 2
  14. Tanda pada interval 10 cm harus diberikan kepada setiap tiang pancang bagian 3

 

Setelah semua rangkaian proses di atas sudah dilakukan, anda juga perlu melakukan pengujian sebagai berikut :

  1. Menguji tiang pancang
  2. Tiang pancang akan dilakukan pengujian terlebih dahulu yaitu melakukan percobaan pada tiang yang tidak dipakai(unused pile) sebelum dilakukan pemancangan yang sebenarnya.
  3. Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran asumsi yang digunakan dalam penurunan dan perhitungan desain load dari tiang pancang.
  4. Anda harus menyiapkan informasi data teknis yaitu Panjang tiang Pancang, Energi Hammer, Hammer, Literatur dan Referensi teknis lengkap tentang alat pemukul yang dipakai.
  5. Anda harus melakukan serangkaian cara dalam pelaksanaan pemancangan :
  6. Semua tiang pancang pracetak perlu diberikan perincian dan data yang jelas pada sisi puncak tiangnya sebelum dilakukan pemancangan yaitu meliputi Nomor referensi, Panjang tiang, Tanggal pengecoran, beban Kerja
  7. Sebelum melakukan pemancangan Anda harus meneliti hal-hal seperti pembangunan gedung kantor, uraian syarat-syarat teknis pekerjaan struktur nomor
  8. Pada pemancangan tiang yang utuh maka pemancangan sheet maksimum umumnya diperoleh dengan cara menggunakan hammer yang paling tepat dan paling lunak. Apabila pemancangan dilakukan secara sebagian maka ketinggian maksimum pemukulan yang diusulkan harus maksimal konsisten dengan tegangan maksimum yang diizinkan pada beton. Serta Mas alat pemukul nya juga harus diganti dengan yang sesuai, anda juga perlu memperhitungkan kemungkinan adanya kehilangan energi pada sambungan-sambungan.
  9. Jika tiang pancang segmental menemui tanah yang lembek sekali, maka anda harus mengurangi  ketinggian pemukulann batuan keras atau lapisan-lapisan.
  10. Pemborong juga harus memberikan rincian tentang urutan pemancangan yang harus disusun sebagus mungkin untuk menghindari terangkatnya kembali tiang pancang
  11. Apabila tiang yang dipancangkan di tanah lunak sampai ke lapisan keras pendukung agar dapat memperoleh penumpuan ujung yang kuat maka ketinggian dari semua tiang pancang yang berdekatan haruslah diperiksa apakah terjadi pengangkatan jika mengalami hal tersebut
  12. Pemborong haruslah bertanggung jawab untuk melaksanakan Semua usaha agar memanjang kan kembali tiang pancang yang terangkat tersebut.
  13. Anda harus melakukan semua pemancangan hingga mencapai kedalaman yang direncanakan dan isyaratkan, Di dalam pemancangan setiap titik pancang haruslah secara terus-menerus tanpa terputus kecuali jika terdapat penyambungan bagian tiang pancang.

Diatas merupakan langkah-langkah yang harus Anda jalankan jika ingin melakukan pemasangan pada tiang pancang. Jika Anda bingung harus mencari dimana tiang pancang yang memiliki kualitas terbaik serta harga terjangkau, maka datanglah saja pada kami. Kami merupakan perusahaan yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun  dalam dunia konstruksi yang menyediakan tiang pancang dengan mutu terjamin. Anda dapat menghubungi kami untuk info lebih lanjutnya.

Selain tiang pancang kami juga menyediakan sheet pile, pipa beton, pagar panel, tiang listrik, u-ditch, dan masih banyak produk yang lainnya. Silahkan kunjungi website kami untuk mengetahui lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *