Sebelum tahun 1984, masih belum ada pabrik yang membuat pipa beton, pembuatan pipa beton hanya mengandalkan tenaga manusia. Berikut ini langkah-langkah pembuatan pipa beton secara manual.

Pembuatan Pipa Beton Secara Manual

  1. Siapkan cetakan pipa beton sesuai diameter yang dibutuhkan.
  2. Bagian dalam cetakan harus diberi oli bekas agar saat melepas cetakan lebih mudah.
  3. Berikan alas pada cetakan agar pipa beton tidak menempel pada tanah
  4. Mencampur 6 ember pasir dalam keadaan lembab dengan satu ember semen.
  5. Aduk pasir dan semen hingga rata.
  6. Masukkan campuran tersebut sedikit demi sedikit ke dalam cetakan lalu tekan adonan hingga benar-benar padat.
  7. Ulangi langkah di atas hingga cetakan benar-benar.
  8. Diamkan kurang lebih 15 menit.
  9. Lepaskan cetakan yang dibuat dengan hati-hati.
  10. Untuk pipa beton yang berukuran besar dapat memakan waktu kurang lebih 7 hari sebelum masa pemakaian.

Lalu seiring dengan perkembangannya waktu, sekitar tahun 1984 hingga 1999, muncullah pabrik-pabrik yang menyediakan pipa beton menggunakan teknologi pembuatan yang berbeda.

Teknologi Pembuatan Pipa Beton

Terdapat empat teknologi dan semuanya ada di Indonesia. Berikut ini penjelasan secara detail tentang teknologi pembuatan pipa beton.

High Vibration Vertical Cast

Ini dibuat dengan menggunakan mesin penggetar. Cetakan dari pipa beton ini terdiri dari inner mould dan outer mould yang merupakan tabung dengan bentuk vertikal. Ada 3 buah vibrator frekuensi tinggi yang dipasang secara eksentrik pada yang inner mould yang akan membuat beton menjadi padat. Teknologi ini dikembangkan di Eropa dan hingga saat ini di beberapa negara masih menggunakannya, walaupun teknologi ini sudah mulai ditinggalkan.

Sentrifugal / Wet Spinning

Pipa dibuat dengan proses yang memanfaatkan gaya sentrifugal atau putaran tinggi. Sebuah Mould diletakkan di atas 2 pasang roda besi. Lalu roda digerakkan dengan motor sehingga mould tersebut akan ikut berputar dengan kecepatan yang dapat diatur. Gaya putaran / sentrifugal lebih dari 10 kali gaya gravitasi bumi yang dapat dihasilkan dari proses putaran ini.

Dengan gaya inilah beton dapat menjadi padat. Namun berbeda dengan di atas posisi mould horizontal. Teknologi ini ditemukan oleh Humes yang berasal dari Australia, kira-kira 1 abad yang lalu. Maka dari itu, pipa beton ini terkadang disebut dengan Humes Pipes. Banyak negara yang telah menggunakan teknologi ini seperti, australia, jepang, negara-negara di Asia, dan beberapa negara Eropa.

Roller Suspension

Setelah metode sentrifugal baru ditemukan lah teknologi ini, penemu nya juga berasal dari Australia yaitu Robert dan Clark. Metode ini juga dengan memutar mould, seperti sentrifugal. Namun bedanya adalah mould tidak diletakkan di atas roda besi namun digantung oleh batang roller. Batang roller itu akan berputar sehingga mould ikut berputar.

Kecepatan dari metode ini tidak sekencang dengan metode sentrifugal. Sehingga pemadatan yang didapat berasal dari tumbukan antara batang roller dengan beton itu sendiri. Teknologi ini masih digunakan di beberapa negara asia, australia, cina, dan juga Prancis.

Packer Head

Metode ini merupakan metode yang paling akhir ditemukan. Prinsip kerjanya sama seperti gabungan antara sistem vertikal cast dan putaran. Posisi mould yaitu vertikal, namun hanya terdapat mould di bagian luarnya saja. Batang roller dengan ujungnya berupa beberapa pasang roda besi yang akan berputar dengan cepat dan bergerak dari bawah ke atas sehingga dinding pipa dapat menjadi padat dengan gaya press dari ujung roller tersebut. Pengoperasian dari mesin ini lebih dikontrol secara otomatis, sehingga hanya memerlukan sedikit tenaga kerja. Teknologi ini lebih berkembang di negara-negara eropa dan juga Amerika Serikat.

Metode Pemasangan Saluran Air dengan Pipa Beton

Setelah anda mengetahui tentang teknologi yang berkembang dari tahun ke tahun, tentunya Anda juga harus tahu bagaimana sistem pengerjaan saluran air di dalam proyek. Terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan. Berikut ini adalah proses pengerjaan pembuatan saluran pipa beton yang harus dijalankan.

  • Asphalt cutter, Jika ada lapisan aspal pada tanah yang akan digali, maka anda harus melakukan proses ini. Proses ini berguna untuk memotong aspal tanpa harus merusak komponen aspal lain yang tanahnya tidak ikut digali.
  • Penggalian, Langkah kedua yang harus dilakukan adalah dengan menggali tanah. Hal ini akan membutuhkan waktu yang lama jika terdapat kabel atau pipa air yang berada di dalam tanah. Maka dari itu pengerjaan ini sesekali membuat terganggunya aktivitas jalan. Saat mengerjakan langkah ini, sebaiknya tentukan dulu Berapa kedalaman yang akan anda gali. Ini harus disesuaikan juga dengan diameter saluran air yang akan anda pakai.
  • Pembuatan lantai, Lantai ini dibuat digunakan sebagai alas pipa beton.
  • Pemasangan pipa beton, Saat lantai sudah kering dan mengeras, maka ini saatnya untuk melakukan pemasangan pipa beton tersebut.
  • Dinding sayap, Dinding ini dibuat agar pipa beton tetap berada pada tempatnya seperti saat awal.
  • Penutupan, Menutup komponen permukaan tanah adalah proses akhir dari beberapa langkah pemasangan pipa beton. Agar anda tahu lebih banyak lagi, anda dapat menghubungi kami.

Itulah pembahasan mengenai proses dari pipa beton yang dapat anda ketahui. Jika Anda membutuhkan distributor dan supplier pipa beton, kami siap untuk melayani anda. Kami tidak hanya melayani pipa beton saja, namun ada berbagai jenis bahan benton untuk konstruksi, seperti sheet pileU Ditchpagar panel, kanstin, dan masih banyak lagi.

PT Megacon Bangun Perkasa merupakan perusahaan yang telah mendapat lisensi agar dapat menunjukkan berbagai produk kami yang memiliki kualitas sesuai standar. Kami melayani pemesanan hingga di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut hubungi kontak yang telah disediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *