Blog

Manfaat Penerapan Sertifikat ISO Pada Manajemen Konstruksi

Manfaat Penerapan Sertifikat ISO Pada Manajemen Konstruksi

Dengan semakin banyaknya pembangunan di beberapa daerah, menjadikan perusahaan perusahaan konstruksi kini banyak diminati oleh para pengusaha. Tentu semakin banyaknya perusahaan di bidang konstruksi akan membantu kita dalam mengatasi berbagai kebutuhan proyek. Akan tetapi tidak semua perusahaan konstruksi ini telah terealisasi dengan sempurna karena kurangnya pengetahuan.

Di era sekarang sangat penting bagi anda untuk memilih perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dunia konstruksi yang sudah melalui proses sertifikasi ISO. Jika sudah melewati tahapan proses sertifikasi ISO maka akan diketahui kualitas produk maupun manajemen dari perusahaan tersebut apakah baik atau tidak. Tentu hal ini menjadikan Anda semakin kompeten dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

Perlu Anda ketahui pula, bahwa PT Megacon Bangun Perkasa termasuk perusahaan konstruksi yang telah lolos proses sertifikasi ISO. Suatu produk kecantikan yang kami miliki sesuai dengan standarisasi dan sertifikasi di bidang produk beton. Baik untuk produk beton u ditch, box culvert, kanstin, pondasi tiang pancang, pagar panel beton, dan masih banyak lagi.

Seberapa penting proses sertifikasi ISO dalam manajemen konstruksi?

 

 

Konstruksi pembangunan suatu proyek merupakan salah satu dari Manufacturing. Hal ini tentu menjadikan setiap proses yang didalamnya selalu ada manajemen di setiap divisi penyelenggaraan proyek sesuai kebutuhan.

Untuk mendapat sertifikat ISO tidaklah mudah, ada banyak sekali evaluasi yang dilakukan terkait mutu kualitas produk beton yang diproduksi, diantaranya:

1. Peninjauan manajemen

Dalam tahap ini perusahaan akan dievaluasi penerapan sistem mutu yang dilakukan, apakah sudah tepat atau tidak? Bagaimana proses perusahaan tersebut memproduksi bahan konstruksi secara tepat tanpa melakukan kecurangan.

2. Peninjauan audit mutu internal

Dalam hal ini setiap audit yang ada di perusahaan akan ditinjau secara menyilang antar divisi. Proses ini dilakukan secara objektif, di mana ia dilaksanakan secara berkala dan terencana. Peninjauan audit mutu internal ini memberikan banyak manfaat untuk perusahaan sendiri, misalnya saja memberikan acuan dalam mengambil tindakan perbaikan bila terjadi sesuatu di lokasi proyek.

Untuk mendapatkan sertifikasi ISO, banyak hal yang akan dipertimbangkan, misalnya laporan penyimpanan produk, berbagai keluhan pelanggan, contoh hasil audit internal yang telah dilaksanakan sebelumnya. Semua hasil peninjauan akan menentukan apakah perusahaan tersebut layak diberikan sertifikasi ISO atau tidak.

Manfaat proses sertifikasi ISO bagi pengembangan perusahaan

 

 

Dengan memiliki sertifikat ISO, maka perusahaan akan memiliki tingkat kepercayaan konsumen yang lebih tinggi. Dengan begitu integritas perusahaan menjadi lebih baik untuk berkembang. Tak hanya sampai disitu, proses sertifikasi ISO memberikan banyak manfaat lain yakni:

  • Pemasaran produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan menjadi lebih mudah, ia bahkan dapat mengiklankan produk tersebut ke media massa karena telah memenuhi satu sikap ISO 9001:2008.
  • Produktivitas dan kualitas Manajemen perusahaan agar lebih meningkat
  • Tingkat kepercayaan konsumen lebih tinggi sehingga mereka akan lebih loyal
  • Meningkatkan kesadaran bagi perusahaan dan tim kerja terhadap pentingnya kualitas produk atau jasa yang ditawarkan

 

 

Yang perlu Anda ketahui di sini adalah proses sertifikasi ISO bukan hanya standar produk yang bermutu, tapi ia juga mencakup sistem manajemen yang dimiliki oleh perusahaan. Sertifikasi ISO melibatkan beberapa elemen penting, di antaranya pelanggan, manajemen sumber daya, dan realisasi produk. ISO ini akan diberikan oleh badan sertifikasi berupa sertifikat yang dikeluarkan khusus untuk perusahaan tersebut. Setiap kontraktor dapat mengurus proses sertifikasi ISO dengan mudah asalkan memiliki komitmen dan memenuhi syarat manajemen kualitas ISO.

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Beton Precast

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Beton Precast

Beton merupakan material penting dalam pembangunan, tak heran jika semakin tahun perusahaan beton pun terus bermuculan. Mulai dari pembuatannya yang dilakukan secara konvensional pada lokasi pembangunan, hingga beton pracetak / precast yang telah dibuat dalam pabrik.

Dilihat dari cara pembuatannya saja sudah dapat dilihat bahwa beton yang dibuat dalam pabrik memiliki kualitas yang jauh lebih baik, karena beton precast dibuat berdasarkan cetakan yang telah ditentukan dan dirawat dengan baik. Meski begitu, dalam pengaplikasiannya pada bangunan, tetap saja beton precast memilik kekurangan dan kelebihan dibanding dengan beton konvensional.

Kelebihan dari Beton Precast

 

 

  1. Kualitas dan mutu beton terjamin

Beton precast yang dibuat di pabrik telah dicetak berdasarkan ukuran dan standar mutu material yang baik sehingga kualitasnya lebih terjamin. Beton yang diproduksi diarea pabrik juga lebih mendapatkan perawatan khusus, produksi beton tidak akan terpengaruh kondisi cuaca sehingga tidak mengurangi kualitas beton.

  1. Lebih praktis dan efisien

Karena sudah dibuat di pabrik, maka tentu saja proses pembangunan bisa dilakukan lebih cepat dengan menggunakan beton precast. Beton sudah siap untuk dipasang pada area konstruksi yang dibutuhkan. Dengan begini proses pembuatan konstruksi jauh lebih praktis dan efisien.

  1. Hemat upah tenaga kerja

Jika beton telah diproduksi pada pabrik, sudah jelas bahwa anda tidak perlu lagi menyewa tenaga kerja dalam proses pembuatan beton yang dibutuhkan. Secara otomatis anda akan lebih hemat dalam biaya upah tenaga kerja.

  1. Ramah lingkungan

Untuk proses pembuatan beton secara konvensional biasanya akan memberikan limbah sisa-sisa pembuatan beton, hal ini tentu dapat mencemari lingkungan sekitar proyek. Tapi jika beton sudah dibuat pabrik, lingkungan sekitar proyek tidak akan tercemar.

 

Kekurangan Beton Precast

 

 

Produk beton precast tidak hanya memberikan banyak kelebihan, ada juga kekurangan yang ia miliki sebagai konsekuensi yang harus dihadapi. Berikut adalah kekurangan beton precast yang perlu anda ketahui.

  1. Biaya transportasi mahal

Karena beton telah diproduksi pada tempat yang berbeda dari lokasi proyek, sudah pasti anda memerlukan alat transportasi besar dalam mengangkat semua kebutuhan beton ini. Hal ini yang menyebabkan munculnya biaya transportasi mahal terutama jika kebutuhan beton dalam jumlah besar.

  1. Pabrik membutuhkan tempat untuk proses produksi dan perawatan

Kekurangan yang ini dikhususkan bagi perusahaan beton precast sendiri. Pabrik beton precast harus memiliki area yang luas untuk proses pembuatan beton dan areka untuk penyimpnanannya. Beton precast membutuhkan tempat terpisah agar sesuai standar tertentu untuk menghasilkan beton yang bagus bermutu.

 

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh beton precast. Dengan mengetahui informasi diatas, anda dapat mempertimbangkan apakah beton precast benar-benar cocok dalam pemenuhan konstruksi anda atau justru sebaliknya.

 

Macam-macam Jenis Beton Ringan & Kegunaannya Pada Konstruksi

Macam-macam Jenis Beton Ringan & Kegunaannya Pada Konstruksi

Dalam pelaksanaan konstruksi, material beton sudah sering digunakan karena banyaknya kelebihan yang ia miliki. Beton merupakan material konstruksi yang dibentuk dari campuran semen, agregat, dan air dalam takaran tertentu. Pengerjaan yang tepat dapat membuat material beton ini sangat kokoh bahkan untuk menahan beban yang berat sekalipun.

Selain istilah beton precast yang sudah banyak kita dengar, ada juga produk beton ringan dimana berat yang ia miliki tergolong lebih ringan dari jenis beton pada umumnya. Beton ringan seperti ini memiliki kadungan rongga yang besar jumlahnya sehingga berat yang ia peroleh tidak akan lebih dari 1900 kg per m3. Beton ringan banyak digunakan untuk kebutuhan balok / bata, pagar panel beton, dan juga ornamen bangunan. Meski ringan, kekuatan yang miliki juga dapat diandalkan.

Pada topik kali ini saya akan menjelaskan mengenai macam-macam jenis beton ringan dan kegunaannya pada konstruksi bangunan. Beton ringan dapat dibedakan berdasarkan material bahan pembuatan, berat beton, dan kuat tekan yang dimiliki oleh beton. Berikut adalah uraiannya secara lengkap.

Maca-macam Bahan Beton Berdasar Material Bahan Pembuatan

 

  1. Beton Non Pasir

Beton non pasir sering disebut juga sebagai non-fines concrete. Berbeda dari jenis beton biasanya, pembuatan non fires concrete ini tidak membutuhkan pasir. Ia dibuat oleh material bahan campuran semen, air, dan kerikil. Oleh karena itu, jenis beton non pasir ini memiliki bobot yang ringan.

Contoh produk beton non pasir, diantaranya: pagar beton, batako, dan rabat beton.

Selain itu, dalam proses produksinya beton non pasir hanya menggunakan sedikit semen sehingga hasil akhir yang ia peroleh permukaannya kasar.

 

  1. Beton dengan agregat ringan

Jenis agregat ringan ini dibuat dengan 2 cara, yang pertama ia dapat terbuat dari agregat buatan tanah liat yang sudah tercampur dengan berbagai material tambah, dan yang kedua adalah pembuatan beton dengan agregat alami seperti batu apung skoria. Umumnya beton agregat ringan ini memiliki berat jenis 1100 kg / m3 dimana ukurannya sudah disesuai dengan standar SNI 03-3449-2002.

 

  1. Beton kertas

Salah satu material beton yang tergolong unik adalah jenis ini, karena pembuatannya menggunakan bahan kertas daur ulang, yang ditambah dengan semen, pasir, dan air. Sebelum pada tahap pencampuran, kertas-kertas yang akan digunakan ini diolah sampai menjadi bubur terlebih dahulu.

 

Maca-macam Bahan Beton Berdasar Berat Jenisnya

 

Anda pun dapat membeli produk beton berdasarkan dengan berat jenisnya. Semakin berat atau semakin ringan produk beton, tentu pengaplikasiannya pada daerah konstruksi berbeda. Karena kebutuhan konstruksi mempunyai standar beton sendiri sesuai kebutuhan. Berikut adalah macam-macam beton berdasarkan berat jenisnya:

 

  1. Beton sangat ringan memiliki berat jenis < 1000 kg / m3 biasa digunakan konstruksi non struktur
  2. Beton ringan memiliki berat jenis 1000 kg – 2000 kg / m3 biasa digunakan untuk kebutuhan struktur ringan
  3. Beton normal memiliki berat jenis 2300 kg – 2500 kg / m3 biasa digunakan untuk keperluan struktur
  4. Beton berat memiliki berat jenis > 3000 kg / m3 biasa digunakan konstruksi perisai sinar X

 

Nah, diatas hanya beberapa macam jenis beton ringan yang biasa digunakan pada proyek konstruksi. Masih adalagi jenis beton ringan yang belum kami sebutkan tapi memiliki andil besar. Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan hubungi kami.

 

 

Analisa Pemasangan & Perencanaan Jalan Paving Block

Untuk kebutuhan infrastruktur halaman, parkir dan lingkungan jalan material konstruksi yang dibutuhkan adalah paving block. Paving block merupakan material untuk perkerasan jalan yang terbuat dari campuran beton, diproses dengan cara dipress dan digetarkan dengan cetakan bentuk tertentu.

Untuk pemasangan paving block di area perumahan seperti ini, paving block banyak digunakan dengan ketebalan 6 – 8 cm. Sedangkan pada area industri pemanfaatan paving block menggunakan yang ketebalan 10 cm. Tentu saja perbedaan ini terlihat dari beban yang ia akan tanggung dari tiap-tiap permukaan jalan yang dilalui.

 

 

Lalu seperti apa analisa pemasangan dan perencanaan jalan yang menggunakan paving block? Sebenarnya cara menghitung kebutuhan volume paving block ini sama dengan pekerjaan lain, yakni dengan mengkalikan volume dengan harga satuan.

 

Untuk total biaya pemasangannya sendiri, bisa dihitung dengan rumus:

Biaya = volume pekerjaan x harga satuan pekerjaan

 

 

Harga satuan pekerjaan diatas merupakan asumsi harga contoh dalam perhitungan saja, hal ini dapat berbeda tergantung di mana anda akan melakukan pekerjaan proyek dan kontraktor yang digunakan. Nah, pada kesempatan kali ini perhitungan yang akan digunakan sebagai berikut.

  • Harga Paving Block t= 6 cm per m2; 150.000,-
  • Harga Paving Block t= 8 cm per m2; 175.000,-
  • Harga Kansteen 60x14x30 cm per bh; 70.000,-
  • Harga Semen 50 kg per sak; 70.000,-
  • Harga Pasir Pasang per m3; 225.000,-
  • Harga Abu Batu per m3; 235.000,-
  • Harga Upah Pekerja per hari; 70.000,-
  • Harga Upah Tukang Batu per hari;  100.000,-
  • Harga Upah Kepala Tukang per hari; 120.000,-
  • Harga Upah Mandor per hari; 150.000,-

 

Pemasangan Paving Block t=6 cm / m2 

 

Material

Paving Block t= 6 cm   1,000  m2   @  150.000         =  150.000

Abu Batu                      0,080  m3   @  235.000         =  18.800

Subtotal        =  168.000

 

Kansteen 60x14x30 cm   1,660  bh    @  70.000     =  116.200

Semen 50 kg                    0,120  sak  @  70.000     =  8.400

Pasir Pasang                    0,008  m3   @  225.000   =  1.800

Subtotal  =  126.400

Upah

Pekerja                          0,150  OH  @  70.000           =  10.500

Tukang Batu                 0,200  OH  @  100.000         =  20.000

Kepala Tukang             0,020  OH  @  120.000         =  2.400

Mandor                         0,010  OH  @  150.000         =  1.500

Subtotal       =  34.400

Total             =  202.400

Dibulatkan   =  202.000

 

 

Sekian informasi yang dapat saya bagikan mengenai analisa pemasangan dan perencanaan jalan paving block. Jika saat ini anda sedang membutuhkan kanstin, PT. Megacon Bangun Perkasa siap memenuhi keperluan anda ini dengan produk-produk beton terbaik.

 

 

 

 

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Precast (RCP)

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Precast (RCP)

Tiang pancang atau yang biasa disebut dengan Reinforced Concrete Pile merupakan material beton bertulang yang memiliki daya kekuatan yang sangat tinggi untuk digunakan sebagai pondasi bangunan. Tiang pancang telah dicetak dalam bekisting dan dibuat khusus untuk dapat menerima beban / tekanan lebih dari atas bangunan.

Tidak hanya terbuat dari beton, ternyata pondasi tiang pancang ini memiliki campuran penulangan bahan dari baja yang berguna untuk menahan momen lentur saat proses pemancangan dilakukan. Bahkan proses pengecoran tiang pancang ini sendiri dilakukan pada area konstruksi. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat biaya pengangkutan, tiang pancang memiliki bobot yang berat dan akan sangat sulit membawanya ke lokasi konstruksi bila pembuatannya dilakukan di pabrik.

Sebelum benar-benar memesan produk pondasi tiang pancang ini maka anda harus mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan yang ia miliki sebagai bahan pertimbangan, berikut informasinya secara lengkap.

 

 

Kelebihan dan keuntungan menggunakan pondasi tiang pancang:

  1. Pondasi tiang pancang mempunyai tegangan yang kuat karena ia terbuat dari mutu beton terbaik. Jadi sebelum memesannya anda harus tahu pondasi tiang pancang dengan ukuran mutu beton seperti apa yang dibutuhkan agar sesuai dengan pengaplikasian konstruksinya nanti.
  2. Dengan menggunakan pondasi tiang pancang, konstruksi galian pada tanah akan lebih minim sebab Reinforced Concrete Pile pengaplikasiannya tidak dipengaruhi tingga muka air tanah.
  3. Reinforced Concrete Pile (pondasi tiang pancang) dapat dihitung sebagai: fiction pile atau bearing pile
  4. Produk pondasi tiang pancang sangat awet bahkan untuk puluhan tahun lamanya bila dibandingkan dengan kayu
  5. Jika mutu beton berkualitas terbaik, otomatis beton dekkingnya pun tebal sehingga ia bisa melindungi bagian dalam tulangan beton bila terkena air maupun bahan kimia korosif, hal ini menjadikannya lebih kuat dan awet disegala kondisi.

 

Kekurangan atau kelemahan menggunakan pondasi tiang pancang, diantaranya:

  1. Produk tiang pancang beton memiliki bobot yang sangat berat dan dimensinya besar. Jadi sangat tidak memungkinkan bila produksi RCP ini dilakukan pada pabrik, karena proses pengangkutannya nanti akan sulit dan memakan biaya yang mahal
  2. Dalam proses produksinya, produk tiang pancang membutuhkan waktu untuk memastikan kualitas beton cukup keras dengan maksimal. Karena hal ini akan mempengaruhi kualitasnya dalam menahan beban yang berat.
  3. Proses produksi tiang pancang yang harus dilakukan dengan cermat, terutama pada ukuran panjang yang dimilikinya. Jika tiang pancang ternyata memiliki ukuran tinggi yang kurang, akan sangat sulit dalam melakukan penyambungan karena membutuhkan penyambungan khusus.

 

Reinforced Concrete Pile VS Prestessed Concrete Pile

 

 

Anda mungkin baru pertama kali ini mendengar istilah prestessed concrete pile. Sebenarnya produk ini sama dengan Reinforced Concrete Pile hanya saja ia merupakan produk tiang pancang yang dibuat dengan gaya prategang berasal dari baja dan kabel kawat sebagai penguat. Bahkan dari segi kelebihan dan kekurangan keduanya pun berbeda, berikut uraiannya:

 

Kelebihan dari presstesed concrete pile:

  1. Tahan terhadap korosi
  2. Kemampuannya dalam menahan pondasi yang berat
  3. Dapat dilakukan dengan pemancangan yang keras

 

Kekurangan dari presstesed concrete pile:

  1. Proses pembuatan dan pemasangan produk presstesed ini lebih sulit
  2. Harganya yang jauh lebih mahal
  3. Prategang lebih sulit untuk disambung, apalagi jika terjadi banyak pergeseran.

 

Nah, semoga informasi diatas dapat membantu anda dalam memilih produk tiang pancang terbaik.

Pengertian, Manfaat, & Desain Jembatan Box Culvert

Pengertian, Manfaat, & Desain Jembatan Box Culvert

Apakah anda sedang mencari produk beton precast? Sudah bukan rahasia lagi jika material beton yang dicetak dalam pabrik memiliki banyak kelebihan sehingga sering digunakan pada area konstruksi. Apalagi semakin lama ada banyak produk baru beton Precast yang dapat membantu pekerjaan konstruksi selesai lebih cepat dan efisien. Produk beton Precast yang akan kami bahas kali ini adalah box culvert.

 

Pengertian Box Culvert Precast

 

 

Box culvert merupakan material beton yang banyak digunakan untuk keperluan saluran air sehingga ia banyak dikenal masyarakat dengan sebutan gorong-gorong. Bentuk box culvert sendiri kotak atau persegi sesuai dengan nama yang diberikan.

Sedikit informasi tambahan saja, ternyata box culvert tidak hanya dicetak dengan bentuk persegi saja pada pabrik beton precast, ada pula pabrik beton yang memproduksi box culvert dengan bentuk bulat bahkan trapesium sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk ukurannya, telah dicetak sesuai standar kebutuhan saluran air pada umumnya.

 

 

Bahan material penyusun box culvert terdiri dari: chlorida (PVC), baja, polyvinyl, semen, pasir, dan campuran agregat. Proses pemasangan box culvert sangat mudah dan efisien, terutama bila box culvert yang dibuat pabrik adalah pracetak sehingga tinggal dilakukan pemasangan saja pada area konstruksi.

Untuk pemasangannya sendiri box culvert telah dicetak dengan sambungan socket dan spigot yang membentuk pipa. Kedua sambungan ini memiliki sifat yang kedap air sehingga bila box culvert digunakan untuk saluran air, ia tidak akan  mengalami kebocoran.

Manfaat & Fungsi Box Culvert Pracetak

 

 

Pengaplikasian box culvert pada area konstruksi sendiri terbilang cukup banyak, hal ini tergantung bagaimana kontraktor memanfaatkan material beton sesuai dengan keperluannya. Tapi, diantara banyaknya pengaplikasian box culvert di wilayah konstruksi, berikut adalah beberapa manfaat utama dari box culvert yang perlu anda ketahui:

  1. Box culvert dapat diaplikasikan pada area konstruksi bawah tanah baik untuk gorong-gorong jembatan, terowongan, gorong-gorong kereta api dan lain sebagainya. Hanya saja, box culvert ini tidak cocok bila diaplikasikan pada konstruksi yang berukuran panjang. Ia cocok untuk jembatan pendek atau terowongan pendek.
  2. Manfaat box culvert dalam pengaplikasiannya karena ia kedap air tanah. Box culvert tidak beresiko mengalami pergeseran tanah karena kedua sambungan spigot dan socket yang dimiliki membuat box culvert satu dengan lain tetap menyatu sempurna.
  3. Pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah menggunakan box culvert. Apalagi jika dibandingkan dengan proses cor manual, box culvert pracetak jauh lebih unggul dan menghemat waktu pekerjaan konstruksi.

 

Desain Jembatan Box Culvert

 

 

Dalam proses pemasangan box culvert untuk jembatan, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan perhitungan panjang dan lebar jembatan tersebut. Jembatan yang menggunakan box culvert sebaiknya berukuran pendek, karena box culvert tidak cocok untuk penggunaan jembatan panjang.

Langkah awal yaitu dengan melakukan penggalian sesuai dengan panjang dan lebar kebutuhan, kemudian hasil penggalian diberi pelapisan tanah dengan material tidak kasar untuk mengurangi resiko box culvert rusak dan tidak mengalami pergeseran tanah.

Setelah proses gali dan pelapisan selesai, barulah anda dapat memasang box culvert pada area yang sudah ditentukan dengan baris rapi setiap box nya. Anda bisa menggunakan bantuan alat berat untuk meletakkan box culvert dengan tepat sehingga posisinya lurus dengan ketinggian dan kemiringan sama antara box satu  dan lainnya.

Jika sudah terpasang, langkah terakhir adalah dengan melakukan penyambungan antar box kemudian diurug tanah kembali.

Perhitungan Struktur & Standar Perencanaan Box Culvert

Perhitungan Struktur & Standar Perencanaan Box Culvert

Box culvert termasuk saluran gorong-gorong yang tertutup karena ia tidak dapat dibuka dengan mudah seperti u ditch. Tapi justru karna hal itu, box culvert banyak digunakan sebagai saluran air dibawah tanah bahkan permukaan jembatan. Box culvert dicetak dengan kualitas mutu beton terbaik sehingga ia tahan terhadap tekanan berat, permukannya bahkan bisa dilalui kendaraan berat seperti truck.

 

 

Untuk perencanaan saluran drainase menggunakan box culvert, ada 4 tahap yang harus dilalui oleh kontraktor, meliputi:

  1. Analisa hidrologi: melakukan persiapan, survey pengumpulan data primer dan data sekunder. Penyusunan data ini dibantu oleh analisa debit rencana
  2. Perhitungan hidrolika: melakukan analisa terhadap tipe, dimensi, dan letak saluran yang akan digunakan sebagai pengaliran air
  3. Parameter desain yang dipakai
  4. Perencanaan saluran samping: hasil akhir yang dipilih sesuai desain akan langsung diaplikasikan dalam rencana.

 

Jika sudah melakukan perhitungan dimensi saluran air dengan box culvert seperti diatas, langkah berikutnya anda dapat mementukan kekuatan struktur dari saluran tersebut dengan menggunakan spesifikasi beton dan baja tulangan sesuai dengan kebutuhan.

 

Data Stuktur Atas Box Culvert

 

  • Lebar box culvert (sisi dalam) I = 2.20 m
  • Tinggi box culvert (sisi dalam) H = 1.60 m
  • Tebal plat atas h1 = 0.20 m
  • Tebal plat dinding h2 = 0.18 m
  • Tebal plat bawah h3 = 0.18 m
  • Lebar saluran L = 2.56 m
  • Lebar jalan (jalur lalu lintas) B1 = 27.00 m
  • Tebal selimut beton ts = 0.02 m
  • Tebal slab rigid pavement ts = 0.025 m
  • Tebal lapisan aspal + overlay ta = 0.05 m
  • Tinggi genangan air hujan th = 0.05 m

 

Metode Pelaksanaan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

Metode Pelaksanaan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

RCP menjadi salah satu jenis beton pracetak yang telah dikenal banyak orang sebagai material gorong-gorong saluran drainase, hanya saja jika diulas kembali kualitas RCP sangat berbeda dengan buis beton. Kebanyakan gorong-gorong dibuat menggunakan material beton precast sehingga ia dalam dunia konstruksi sering disebut sebagai culvert box, istilah ini sama saja dengan arti dari Reinforced Concrete Pipe.

Bagi Anda yang sudah mengenal dunia konstruksi beton pasti sudah tidak asing lagi dengan produk pipa beton bertulang atau yang biasa disebut dengan reinforced concert pipe. Material ini diproduksi khusus menggunakan mesin modern yang canggih agar bisa membentuk sebuah pipa yang kuat, yang diproduksi dengan campuran material seperti semen, pasir, batu pecah, split dan juga tulangan untuk pembesian di dalamnya.

Pipa beton RCP kebanyakan diproduksi pada pabrik, tapi ada juga yang pengerjaannya dicor pada tempat konstruksi sehingga tidak membutuhkan alat angkut dan biaya mahal dalam pemasangannya. Bahkan dimensi dari pipa sendiri bisa dibuat secara custom tergantung dengan kebutuhan dan jumlah debit air di mana pipa ini akan di tempatkan.

 

 

Pembuatan Reinforced Concrete Pipe yang ada pada pabrik ini secara utuh di cor, bentuknya bisa persegi trapesium ataupun lingkaran sesuai dengan saluran pipa yang dibutuhkan. Untuk pemesanan saluran pipa RCP tertentu, bisa berupa modular yang dipisahkan antara atas dan bawahnya.

Sebenarnya pipa RCP bukanlah satu-satunya produk yang bisa digunakan sebagai saluran drainase, ada gorong-gorong yang diproduksi dengan baja, bahkan PVC. Hanya saja, jika menggunakan produk beton tentu kualitasnya akan terjamin dan bisa bertahan selama puluhan tahun. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh RCP dibandingkan material jenis lain, diantaranya:

  1. Saluran beton bisa digunakan kembali dan diganti bila sudah tidak terpakai
  2. Pemasangan saluran drainase beton yang mudah karena siap untuk dipasang
  3. Harga yang relatif murah mengingat jangka waktu pemakaian dan kekuatan yang dia tawarkan
  4. Lebih efektif dan efisien dalam menahan beban berat dan tekanan debit air yang berlebih

 

Metode Pelaksanaan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

 

 

Pembangunan konstruksi gorong-gorong umumnya banyak dilaksanakan menjelang musim penghujan, sebab ini adalah salah satu langkah terbaik dalam menghindari ancaman banjir di beberapa daerah.

Dalam metode pelaksanaanya, petugas konstruksi harus melakukan pengecekan elevasi daerah yang hendak dipasang saluran tersebut untuk mengetahui kebutuhan saluran debit airnya. Hal ini dapat mengantisipasi tidak terjadinya genangan air didaerah pipa gorong-gorong yang sudah dipasang, sehingga pipa saluran ini bermanfaat sebagaimana mestinya.

Penempatan saluran gorong-gorong ini juga harus sesuai dengan elevasi yang telah direncanakan. Penggalian tanah tidak boleh terlalu dalam untuk menghindari adanya kerja dua kali nimbun lagi. Pengerjaan gorong-gorong harus sesuai dengan konstruksi yang sudah direncanakan.

 

Proses Pembuatan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

 

 

Pembuatan saluran RCP ini sama dengan jenis beton pada umumnya, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya: air, agregat berupa pasir, agregat kasar / kerikil, semen, dan cetakan.

Proses pembuatannya yang pertama adalah dengan mencampurkan semen dengan agregat yang ada (pasir & kerikil). Jumlah pasir dan kerikil akan disesuaikan berdasar perbandingan tertentu sehingga nanti akan menghasilkan saluran beton dengan kekuatan dan mutu sesuai standart. Dalam proses pencampuran ini juga dibutuhkan air untuk memastikan semua agregat tercampur secara maksimal.

Langkah selanjutnya adalah dengan mencetak campuran semen dan agregat tadi pada cetakan yang terbuat dari besi telah terlapisi oli dengan bentuk dan ukuran yang dibutuhkan. Oli yang dilumuri pada cetakan besi ini berguna untuk proses pelepasan beton sehingga lebih mudah. Jika sudah dicetak, hanya perlu menunggu waktu sampai cetakan beton benar-benar kering.

Jenis & Ukuran Gorong-gorong Saluran Beton Bertulang

Jenis & Ukuran Gorong-gorong Saluran Beton Bertulang

Gorong-gorong beton sudah lama dimanfaatkan dalam segala kebutuhan konstruksi. Perkembangan dunia industri beton, menjadikan saluran gorong-gorong kini diproduksi dengan berbagai jenis dan ukuran. Saluran berbahan beton bertulang ini terkenal kuat, awet, dan efisien dalam pemasangannya. Pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa jenis dan ukuran gorong-gorong saluran beton yang kami produksi.

1. Buis Beton

Buis beton merupakan saluran gorong-gorong yang sudah lama diproduksi dan digunakan. Buis beton telah dikenal sejak lama, bahkan pada tahun 1984 sudah banyak area konstruksi yang memanfaatkannya.

Dulu, proses pembuatan buis beton dilakukan secara tradisional dengan menyusun 2 lingkaran untuk membentuk batas luar dan dalamnya. Barulah pada cetakan ini dimasukkan campuran beton ke dalamnya.

Tapi saat ini buis beton diproduksi langsung oleh pabrik yang berpengalaman, cara pembuatannya sudah mendapat kontrol kualitas lebih baik dari segi material bahan sampai cetakan yang dipakai. Karena memiliki bentuk lingkaran yang memanjangkan layaknya sebuah pipa, buis beton kerap kali disebut pipa beton. Jenis kualitas buis beton ini ada yang dengan atau tanpa besi tulangan.

Buis beton banyak dipakai untuk kebutuhan saluran air, terutama jenis saluran air bawah tanah yang bagian permukaan atas tanahnya biasa dilalui oleh kendaraan berat. Anda bisa memesan buis beton tanpa tulangan atau dengan tulangan tergantung dari keperluan pengaplikasiannya dan ketahanannya.

2. Box Culvert

 

Seperti namanya, gorong-gorong beton ini memiliki bentuk seperti box atau segi empat. Semua produksi gorong-gorong beton box culvert di produksi bersama dengan tulangan sehingga ia terjamin kekuatannya dalam menahan beban. Dalam pemasangannya, box culvert ini menggunakan bantuan dari spigot atau spocket sehingga ia dapat menyambung antara box culvert satu dengan lainnya.

Selain dipakai sebagai saluran air, box culvert juga bisa digunakan untuk saluran pembuangan, jembatan, terowongan, dan lorong bawah tanah. Box culvert dapat diproduksi dengan berbagai dimensi ukuran sesuai kebutuhan anda.

Pabrik beton pada umumnya memproduksi box culvert dengan ukuran standar 40 x 40 cm sampai 200 x 200 cm dengan panjang 100 cm. Jadi jika anda membutuhkan ukuran lain sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan pabrik beton precast.

3. U Ditch

 

Hampir sama dengan box culvert, saluran air beton ini memiliki bentuk persegi namun dibagian atasnya lubang. Jadi jika dilihat lagi bentuk U Ditch nampak seperti huruf U. U ditch precast ini juga bisa diaplikasikan sekaligus bersama cover u ditch / tutup u ditch yang dijual terpisah.

Untuk gorong-gorong saluran beton u ditch sendiri tersedia ukuran 30 x 30 cm sampai 120 x 120 cm dengan panjang 120 cm. Jika anda membutuhkan u ditch dengan dimensi lain maka hubungi langsung pabrik beton untuk lakukan konsultasi. U ditch sangat cocok digunakan untuk saluran air di area jalan raya, perumahan, atau lainnya.

Mengapa u ditch dijual terpisah dari cover nya? Senga diproduksi begitu karena untuk memudahkannya dalam perawatan. Dengan menggunakan u ditch anda dapat membersihkan saluran air dengan mudah karena dapat membuka bagian tutupnya.

Komponen Utama Pondasi Bangunan Beserta Manfaatnya

Komponen Utama Pondasi Bangunan Beserta Manfaatnya

Dalam membuat bangunan konstruksi manapun, baik untuk keperluan rumah, apartemen, hotel, mall, dan berbagai gedung bertingkat lainnya pondasi merupakan salah satu hal yang paling krusial dan agak rumit untuk diperhitungkan. Memilih bahan pembuatan pondasi harus dengan perhitungan tertentu untuk memastikan bangunan dapat berdiri kokoh.

Maka dari itu, kini saya akan membahas mengenai komponen utama sebuah pondasi bangunan, agar kedepannya anda semakin Sakti selektif dan tidak alami kesulitan dalam memilih komponen terbaik yang digunakan untuk pondasi.

Apa itu pondasi bangunan? Pondasi bangunan merupakan komponen untuk mendukung tegaknya sebuah bangunan diatas tanah konstruksi. Komponen material yang digunakan bermacam-macam, berikut adalah ulasannya.

Komponen Utama Pondasi Bangunan

 

A. Semen

 

 

Semen merupakan material penting pada pondasi bangunan karena ia berguna sebagai pengikat agregat kasar dan halus dalam adukan cor yang hendak dibentuk sebagai pondasi. Sifat semen yang halus dan dapat mengeras bila tercampur dengan air menjadikannya sebagai material yang dapat diandalkan dalam dunia konstruksi.

Campuran bahan pembuatan semen sendiri yakni kalsium oksida, tanah liat dengan silika oksida, gamping, aluminium oksida, gips, dan besi oksida, maka tak heran jika sudha tercampur dengan air, semen dapat mengeras layaknya batu yang kuat.

 

Dalam dunia konstruksi sendiri, semen ternyata memiliki 5 tipe yang dapat dibedakan berdasarkan manfaatnya.

  1. Semen tipe I, yaitu semen yang biasa digunakan untuk kebutuhan bangunan. Ia sering disebut sebagai Ordinary Portand Cement
  2. Semen tipe II, yaitu jenis semen yang digunakan bila konstruksi mengalami gangguan sulfat dan panas hidrasi yang sedang
  3. Semen tipe III, yaitu jenis semen yang dibuat dengan sangat cepat pada saat proses pengerasan
  4. Semen tipe IV, yaitu semen yang mempunyai panas hidrasi rendah
  5. Semen tipe V, jenis semen yang dipakai untuk konstruksi yang mengalami masalah sulfat tinggi atau pembangunan yang berlokasi didekat pantai

 

Semen selalu dibuat oleh pabrik berdasarkan standar SNI, sehingga sudah terjamin kualitas mutunya. Tak heran jika semen adalah komponen utama pada pondasi bangunan.

 

B. Kapur

 

 

Kapur termasuk komponen utama dalam pondasi bangunan. Bahkan material kapur sendiri sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu. Pemanfaatan dari kapur sendiri bisa dipakai untuk pembuatan tembok, plester bangunan, dan lain sebagainya.

Fungsi utama material kapur dalam konstruksi pondasi, diantaranya:

  1. Sebagai bahan pemutih
  2. Sebagai pengikat pada mortal
  3. Sebagai pengikat pada beton cor

 

C. Pasir

Pasir yang digunakan sebagai  material pembuatan pondasi adalah jenis pasir terpilih berukuran 0,0625 sampai 2 m. Pasir juga terdiri dari beragam jenis, diantaranya: pasir pasang, pasir urug, pasir putih bangka, pasir beton, dan juga pasir batu.

 

D. Air

Air merupakan material konstruksi penting yang digunakan sebagai pengikat semua campuran, terutama pada beton cor dan precast. Maka dari itu air yang digunakan haruslah bersih, segar, dan tidak tercampur dengan bahan lain jika hendak digunakan untuk keperluan ini. Jangan sampai air yang digunakan telah tercampur dengan minyak ataupun unsur organik lain karena hal ini dapat mengurangi kualitas beton.

 

E. Beton

 

 

Beton adalah material konstruksi pondasi yang wajib ada. Bahan pembuatan material beton sendiri terdiri dari pasir, kerikil, semen, dan air. Bahkan ada beberapa produk beton yang diproduksi dengan campuran bahan agregat lain sehingga sudah pasti daya tahan kualitasnya tinggi.