Blog

Manfaat Penerapan Sertifikat ISO Pada Manajemen Konstruksi

Manfaat Penerapan Sertifikat ISO Pada Manajemen Konstruksi

Dengan semakin banyaknya pembangunan di beberapa daerah, menjadikan perusahaan perusahaan konstruksi kini banyak diminati oleh para pengusaha. Tentu semakin banyaknya perusahaan di bidang konstruksi akan membantu kita dalam mengatasi berbagai kebutuhan proyek. Akan tetapi tidak semua perusahaan konstruksi ini telah terealisasi dengan sempurna karena kurangnya pengetahuan.

Di era sekarang sangat penting bagi anda untuk memilih perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dunia konstruksi yang sudah melalui proses sertifikasi ISO. Jika sudah melewati tahapan proses sertifikasi ISO maka akan diketahui kualitas produk maupun manajemen dari perusahaan tersebut apakah baik atau tidak. Tentu hal ini menjadikan Anda semakin kompeten dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

Perlu Anda ketahui pula, bahwa PT Megacon Bangun Perkasa termasuk perusahaan konstruksi yang telah lolos proses sertifikasi ISO. Suatu produk kecantikan yang kami miliki sesuai dengan standarisasi dan sertifikasi di bidang produk beton. Baik untuk produk beton u ditch, box culvert, kanstin, pondasi tiang pancang, pagar panel beton, dan masih banyak lagi.

Seberapa penting proses sertifikasi ISO dalam manajemen konstruksi?

 

 

Konstruksi pembangunan suatu proyek merupakan salah satu dari Manufacturing. Hal ini tentu menjadikan setiap proses yang didalamnya selalu ada manajemen di setiap divisi penyelenggaraan proyek sesuai kebutuhan.

Untuk mendapat sertifikat ISO tidaklah mudah, ada banyak sekali evaluasi yang dilakukan terkait mutu kualitas produk beton yang diproduksi, diantaranya:

1. Peninjauan manajemen

Dalam tahap ini perusahaan akan dievaluasi penerapan sistem mutu yang dilakukan, apakah sudah tepat atau tidak? Bagaimana proses perusahaan tersebut memproduksi bahan konstruksi secara tepat tanpa melakukan kecurangan.

2. Peninjauan audit mutu internal

Dalam hal ini setiap audit yang ada di perusahaan akan ditinjau secara menyilang antar divisi. Proses ini dilakukan secara objektif, di mana ia dilaksanakan secara berkala dan terencana. Peninjauan audit mutu internal ini memberikan banyak manfaat untuk perusahaan sendiri, misalnya saja memberikan acuan dalam mengambil tindakan perbaikan bila terjadi sesuatu di lokasi proyek.

Untuk mendapatkan sertifikasi ISO, banyak hal yang akan dipertimbangkan, misalnya laporan penyimpanan produk, berbagai keluhan pelanggan, contoh hasil audit internal yang telah dilaksanakan sebelumnya. Semua hasil peninjauan akan menentukan apakah perusahaan tersebut layak diberikan sertifikasi ISO atau tidak.

Manfaat proses sertifikasi ISO bagi pengembangan perusahaan

 

 

Dengan memiliki sertifikat ISO, maka perusahaan akan memiliki tingkat kepercayaan konsumen yang lebih tinggi. Dengan begitu integritas perusahaan menjadi lebih baik untuk berkembang. Tak hanya sampai disitu, proses sertifikasi ISO memberikan banyak manfaat lain yakni:

  • Pemasaran produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan menjadi lebih mudah, ia bahkan dapat mengiklankan produk tersebut ke media massa karena telah memenuhi satu sikap ISO 9001:2008.
  • Produktivitas dan kualitas Manajemen perusahaan agar lebih meningkat
  • Tingkat kepercayaan konsumen lebih tinggi sehingga mereka akan lebih loyal
  • Meningkatkan kesadaran bagi perusahaan dan tim kerja terhadap pentingnya kualitas produk atau jasa yang ditawarkan

 

 

Yang perlu Anda ketahui di sini adalah proses sertifikasi ISO bukan hanya standar produk yang bermutu, tapi ia juga mencakup sistem manajemen yang dimiliki oleh perusahaan. Sertifikasi ISO melibatkan beberapa elemen penting, di antaranya pelanggan, manajemen sumber daya, dan realisasi produk. ISO ini akan diberikan oleh badan sertifikasi berupa sertifikat yang dikeluarkan khusus untuk perusahaan tersebut. Setiap kontraktor dapat mengurus proses sertifikasi ISO dengan mudah asalkan memiliki komitmen dan memenuhi syarat manajemen kualitas ISO.

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Beton Precast

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Beton Precast

Beton merupakan material penting dalam pembangunan, tak heran jika semakin tahun perusahaan beton pun terus bermuculan. Mulai dari pembuatannya yang dilakukan secara konvensional pada lokasi pembangunan, hingga beton pracetak / precast yang telah dibuat dalam pabrik.

Dilihat dari cara pembuatannya saja sudah dapat dilihat bahwa beton yang dibuat dalam pabrik memiliki kualitas yang jauh lebih baik, karena beton precast dibuat berdasarkan cetakan yang telah ditentukan dan dirawat dengan baik. Meski begitu, dalam pengaplikasiannya pada bangunan, tetap saja beton precast memilik kekurangan dan kelebihan dibanding dengan beton konvensional.

Kelebihan dari Beton Precast

 

 

  1. Kualitas dan mutu beton terjamin

Beton precast yang dibuat di pabrik telah dicetak berdasarkan ukuran dan standar mutu material yang baik sehingga kualitasnya lebih terjamin. Beton yang diproduksi diarea pabrik juga lebih mendapatkan perawatan khusus, produksi beton tidak akan terpengaruh kondisi cuaca sehingga tidak mengurangi kualitas beton.

  1. Lebih praktis dan efisien

Karena sudah dibuat di pabrik, maka tentu saja proses pembangunan bisa dilakukan lebih cepat dengan menggunakan beton precast. Beton sudah siap untuk dipasang pada area konstruksi yang dibutuhkan. Dengan begini proses pembuatan konstruksi jauh lebih praktis dan efisien.

  1. Hemat upah tenaga kerja

Jika beton telah diproduksi pada pabrik, sudah jelas bahwa anda tidak perlu lagi menyewa tenaga kerja dalam proses pembuatan beton yang dibutuhkan. Secara otomatis anda akan lebih hemat dalam biaya upah tenaga kerja.

  1. Ramah lingkungan

Untuk proses pembuatan beton secara konvensional biasanya akan memberikan limbah sisa-sisa pembuatan beton, hal ini tentu dapat mencemari lingkungan sekitar proyek. Tapi jika beton sudah dibuat pabrik, lingkungan sekitar proyek tidak akan tercemar.

 

Kekurangan Beton Precast

 

 

Produk beton precast tidak hanya memberikan banyak kelebihan, ada juga kekurangan yang ia miliki sebagai konsekuensi yang harus dihadapi. Berikut adalah kekurangan beton precast yang perlu anda ketahui.

  1. Biaya transportasi mahal

Karena beton telah diproduksi pada tempat yang berbeda dari lokasi proyek, sudah pasti anda memerlukan alat transportasi besar dalam mengangkat semua kebutuhan beton ini. Hal ini yang menyebabkan munculnya biaya transportasi mahal terutama jika kebutuhan beton dalam jumlah besar.

  1. Pabrik membutuhkan tempat untuk proses produksi dan perawatan

Kekurangan yang ini dikhususkan bagi perusahaan beton precast sendiri. Pabrik beton precast harus memiliki area yang luas untuk proses pembuatan beton dan areka untuk penyimpnanannya. Beton precast membutuhkan tempat terpisah agar sesuai standar tertentu untuk menghasilkan beton yang bagus bermutu.

 

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh beton precast. Dengan mengetahui informasi diatas, anda dapat mempertimbangkan apakah beton precast benar-benar cocok dalam pemenuhan konstruksi anda atau justru sebaliknya.

 

Macam-macam Jenis Beton Ringan & Kegunaannya Pada Konstruksi

Macam-macam Jenis Beton Ringan & Kegunaannya Pada Konstruksi

Dalam pelaksanaan konstruksi, material beton sudah sering digunakan karena banyaknya kelebihan yang ia miliki. Beton merupakan material konstruksi yang dibentuk dari campuran semen, agregat, dan air dalam takaran tertentu. Pengerjaan yang tepat dapat membuat material beton ini sangat kokoh bahkan untuk menahan beban yang berat sekalipun.

Selain istilah beton precast yang sudah banyak kita dengar, ada juga produk beton ringan dimana berat yang ia miliki tergolong lebih ringan dari jenis beton pada umumnya. Beton ringan seperti ini memiliki kadungan rongga yang besar jumlahnya sehingga berat yang ia peroleh tidak akan lebih dari 1900 kg per m3. Beton ringan banyak digunakan untuk kebutuhan balok / bata, pagar panel beton, dan juga ornamen bangunan. Meski ringan, kekuatan yang miliki juga dapat diandalkan.

Pada topik kali ini saya akan menjelaskan mengenai macam-macam jenis beton ringan dan kegunaannya pada konstruksi bangunan. Beton ringan dapat dibedakan berdasarkan material bahan pembuatan, berat beton, dan kuat tekan yang dimiliki oleh beton. Berikut adalah uraiannya secara lengkap.

Maca-macam Bahan Beton Berdasar Material Bahan Pembuatan

 

  1. Beton Non Pasir

Beton non pasir sering disebut juga sebagai non-fines concrete. Berbeda dari jenis beton biasanya, pembuatan non fires concrete ini tidak membutuhkan pasir. Ia dibuat oleh material bahan campuran semen, air, dan kerikil. Oleh karena itu, jenis beton non pasir ini memiliki bobot yang ringan.

Contoh produk beton non pasir, diantaranya: pagar beton, batako, dan rabat beton.

Selain itu, dalam proses produksinya beton non pasir hanya menggunakan sedikit semen sehingga hasil akhir yang ia peroleh permukaannya kasar.

 

  1. Beton dengan agregat ringan

Jenis agregat ringan ini dibuat dengan 2 cara, yang pertama ia dapat terbuat dari agregat buatan tanah liat yang sudah tercampur dengan berbagai material tambah, dan yang kedua adalah pembuatan beton dengan agregat alami seperti batu apung skoria. Umumnya beton agregat ringan ini memiliki berat jenis 1100 kg / m3 dimana ukurannya sudah disesuai dengan standar SNI 03-3449-2002.

 

  1. Beton kertas

Salah satu material beton yang tergolong unik adalah jenis ini, karena pembuatannya menggunakan bahan kertas daur ulang, yang ditambah dengan semen, pasir, dan air. Sebelum pada tahap pencampuran, kertas-kertas yang akan digunakan ini diolah sampai menjadi bubur terlebih dahulu.

 

Maca-macam Bahan Beton Berdasar Berat Jenisnya

 

Anda pun dapat membeli produk beton berdasarkan dengan berat jenisnya. Semakin berat atau semakin ringan produk beton, tentu pengaplikasiannya pada daerah konstruksi berbeda. Karena kebutuhan konstruksi mempunyai standar beton sendiri sesuai kebutuhan. Berikut adalah macam-macam beton berdasarkan berat jenisnya:

 

  1. Beton sangat ringan memiliki berat jenis < 1000 kg / m3 biasa digunakan konstruksi non struktur
  2. Beton ringan memiliki berat jenis 1000 kg – 2000 kg / m3 biasa digunakan untuk kebutuhan struktur ringan
  3. Beton normal memiliki berat jenis 2300 kg – 2500 kg / m3 biasa digunakan untuk keperluan struktur
  4. Beton berat memiliki berat jenis > 3000 kg / m3 biasa digunakan konstruksi perisai sinar X

 

Nah, diatas hanya beberapa macam jenis beton ringan yang biasa digunakan pada proyek konstruksi. Masih adalagi jenis beton ringan yang belum kami sebutkan tapi memiliki andil besar. Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan hubungi kami.

 

 

Analisa Pemasangan & Perencanaan Jalan Paving Block

Untuk kebutuhan infrastruktur halaman, parkir dan lingkungan jalan material konstruksi yang dibutuhkan adalah paving block. Paving block merupakan material untuk perkerasan jalan yang terbuat dari campuran beton, diproses dengan cara dipress dan digetarkan dengan cetakan bentuk tertentu.

Untuk pemasangan paving block di area perumahan seperti ini, paving block banyak digunakan dengan ketebalan 6 – 8 cm. Sedangkan pada area industri pemanfaatan paving block menggunakan yang ketebalan 10 cm. Tentu saja perbedaan ini terlihat dari beban yang ia akan tanggung dari tiap-tiap permukaan jalan yang dilalui.

 

 

Lalu seperti apa analisa pemasangan dan perencanaan jalan yang menggunakan paving block? Sebenarnya cara menghitung kebutuhan volume paving block ini sama dengan pekerjaan lain, yakni dengan mengkalikan volume dengan harga satuan.

 

Untuk total biaya pemasangannya sendiri, bisa dihitung dengan rumus:

Biaya = volume pekerjaan x harga satuan pekerjaan

 

 

Harga satuan pekerjaan diatas merupakan asumsi harga contoh dalam perhitungan saja, hal ini dapat berbeda tergantung di mana anda akan melakukan pekerjaan proyek dan kontraktor yang digunakan. Nah, pada kesempatan kali ini perhitungan yang akan digunakan sebagai berikut.

  • Harga Paving Block t= 6 cm per m2; 150.000,-
  • Harga Paving Block t= 8 cm per m2; 175.000,-
  • Harga Kansteen 60x14x30 cm per bh; 70.000,-
  • Harga Semen 50 kg per sak; 70.000,-
  • Harga Pasir Pasang per m3; 225.000,-
  • Harga Abu Batu per m3; 235.000,-
  • Harga Upah Pekerja per hari; 70.000,-
  • Harga Upah Tukang Batu per hari;  100.000,-
  • Harga Upah Kepala Tukang per hari; 120.000,-
  • Harga Upah Mandor per hari; 150.000,-

 

Pemasangan Paving Block t=6 cm / m2 

 

Material

Paving Block t= 6 cm   1,000  m2   @  150.000         =  150.000

Abu Batu                      0,080  m3   @  235.000         =  18.800

Subtotal        =  168.000

 

Kansteen 60x14x30 cm   1,660  bh    @  70.000     =  116.200

Semen 50 kg                    0,120  sak  @  70.000     =  8.400

Pasir Pasang                    0,008  m3   @  225.000   =  1.800

Subtotal  =  126.400

Upah

Pekerja                          0,150  OH  @  70.000           =  10.500

Tukang Batu                 0,200  OH  @  100.000         =  20.000

Kepala Tukang             0,020  OH  @  120.000         =  2.400

Mandor                         0,010  OH  @  150.000         =  1.500

Subtotal       =  34.400

Total             =  202.400

Dibulatkan   =  202.000

 

 

Sekian informasi yang dapat saya bagikan mengenai analisa pemasangan dan perencanaan jalan paving block. Jika saat ini anda sedang membutuhkan kanstin, PT. Megacon Bangun Perkasa siap memenuhi keperluan anda ini dengan produk-produk beton terbaik.

 

 

 

 

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Precast (RCP)

Mengenal Kelebihan & Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Precast (RCP)

Tiang pancang atau yang biasa disebut dengan Reinforced Concrete Pile merupakan material beton bertulang yang memiliki daya kekuatan yang sangat tinggi untuk digunakan sebagai pondasi bangunan. Tiang pancang telah dicetak dalam bekisting dan dibuat khusus untuk dapat menerima beban / tekanan lebih dari atas bangunan.

Tidak hanya terbuat dari beton, ternyata pondasi tiang pancang ini memiliki campuran penulangan bahan dari baja yang berguna untuk menahan momen lentur saat proses pemancangan dilakukan. Bahkan proses pengecoran tiang pancang ini sendiri dilakukan pada area konstruksi. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat biaya pengangkutan, tiang pancang memiliki bobot yang berat dan akan sangat sulit membawanya ke lokasi konstruksi bila pembuatannya dilakukan di pabrik.

Sebelum benar-benar memesan produk pondasi tiang pancang ini maka anda harus mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan yang ia miliki sebagai bahan pertimbangan, berikut informasinya secara lengkap.

 

 

Kelebihan dan keuntungan menggunakan pondasi tiang pancang:

  1. Pondasi tiang pancang mempunyai tegangan yang kuat karena ia terbuat dari mutu beton terbaik. Jadi sebelum memesannya anda harus tahu pondasi tiang pancang dengan ukuran mutu beton seperti apa yang dibutuhkan agar sesuai dengan pengaplikasian konstruksinya nanti.
  2. Dengan menggunakan pondasi tiang pancang, konstruksi galian pada tanah akan lebih minim sebab Reinforced Concrete Pile pengaplikasiannya tidak dipengaruhi tingga muka air tanah.
  3. Reinforced Concrete Pile (pondasi tiang pancang) dapat dihitung sebagai: fiction pile atau bearing pile
  4. Produk pondasi tiang pancang sangat awet bahkan untuk puluhan tahun lamanya bila dibandingkan dengan kayu
  5. Jika mutu beton berkualitas terbaik, otomatis beton dekkingnya pun tebal sehingga ia bisa melindungi bagian dalam tulangan beton bila terkena air maupun bahan kimia korosif, hal ini menjadikannya lebih kuat dan awet disegala kondisi.

 

Kekurangan atau kelemahan menggunakan pondasi tiang pancang, diantaranya:

  1. Produk tiang pancang beton memiliki bobot yang sangat berat dan dimensinya besar. Jadi sangat tidak memungkinkan bila produksi RCP ini dilakukan pada pabrik, karena proses pengangkutannya nanti akan sulit dan memakan biaya yang mahal
  2. Dalam proses produksinya, produk tiang pancang membutuhkan waktu untuk memastikan kualitas beton cukup keras dengan maksimal. Karena hal ini akan mempengaruhi kualitasnya dalam menahan beban yang berat.
  3. Proses produksi tiang pancang yang harus dilakukan dengan cermat, terutama pada ukuran panjang yang dimilikinya. Jika tiang pancang ternyata memiliki ukuran tinggi yang kurang, akan sangat sulit dalam melakukan penyambungan karena membutuhkan penyambungan khusus.

 

Reinforced Concrete Pile VS Prestessed Concrete Pile

 

 

Anda mungkin baru pertama kali ini mendengar istilah prestessed concrete pile. Sebenarnya produk ini sama dengan Reinforced Concrete Pile hanya saja ia merupakan produk tiang pancang yang dibuat dengan gaya prategang berasal dari baja dan kabel kawat sebagai penguat. Bahkan dari segi kelebihan dan kekurangan keduanya pun berbeda, berikut uraiannya:

 

Kelebihan dari presstesed concrete pile:

  1. Tahan terhadap korosi
  2. Kemampuannya dalam menahan pondasi yang berat
  3. Dapat dilakukan dengan pemancangan yang keras

 

Kekurangan dari presstesed concrete pile:

  1. Proses pembuatan dan pemasangan produk presstesed ini lebih sulit
  2. Harganya yang jauh lebih mahal
  3. Prategang lebih sulit untuk disambung, apalagi jika terjadi banyak pergeseran.

 

Nah, semoga informasi diatas dapat membantu anda dalam memilih produk tiang pancang terbaik.

Pengertian, Manfaat, & Desain Jembatan Box Culvert

Pengertian, Manfaat, & Desain Jembatan Box Culvert

Apakah anda sedang mencari produk beton precast? Sudah bukan rahasia lagi jika material beton yang dicetak dalam pabrik memiliki banyak kelebihan sehingga sering digunakan pada area konstruksi. Apalagi semakin lama ada banyak produk baru beton Precast yang dapat membantu pekerjaan konstruksi selesai lebih cepat dan efisien. Produk beton Precast yang akan kami bahas kali ini adalah box culvert.

 

Pengertian Box Culvert Precast

 

 

Box culvert merupakan material beton yang banyak digunakan untuk keperluan saluran air sehingga ia banyak dikenal masyarakat dengan sebutan gorong-gorong. Bentuk box culvert sendiri kotak atau persegi sesuai dengan nama yang diberikan.

Sedikit informasi tambahan saja, ternyata box culvert tidak hanya dicetak dengan bentuk persegi saja pada pabrik beton precast, ada pula pabrik beton yang memproduksi box culvert dengan bentuk bulat bahkan trapesium sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk ukurannya, telah dicetak sesuai standar kebutuhan saluran air pada umumnya.

 

 

Bahan material penyusun box culvert terdiri dari: chlorida (PVC), baja, polyvinyl, semen, pasir, dan campuran agregat. Proses pemasangan box culvert sangat mudah dan efisien, terutama bila box culvert yang dibuat pabrik adalah pracetak sehingga tinggal dilakukan pemasangan saja pada area konstruksi.

Untuk pemasangannya sendiri box culvert telah dicetak dengan sambungan socket dan spigot yang membentuk pipa. Kedua sambungan ini memiliki sifat yang kedap air sehingga bila box culvert digunakan untuk saluran air, ia tidak akan  mengalami kebocoran.

Manfaat & Fungsi Box Culvert Pracetak

 

 

Pengaplikasian box culvert pada area konstruksi sendiri terbilang cukup banyak, hal ini tergantung bagaimana kontraktor memanfaatkan material beton sesuai dengan keperluannya. Tapi, diantara banyaknya pengaplikasian box culvert di wilayah konstruksi, berikut adalah beberapa manfaat utama dari box culvert yang perlu anda ketahui:

  1. Box culvert dapat diaplikasikan pada area konstruksi bawah tanah baik untuk gorong-gorong jembatan, terowongan, gorong-gorong kereta api dan lain sebagainya. Hanya saja, box culvert ini tidak cocok bila diaplikasikan pada konstruksi yang berukuran panjang. Ia cocok untuk jembatan pendek atau terowongan pendek.
  2. Manfaat box culvert dalam pengaplikasiannya karena ia kedap air tanah. Box culvert tidak beresiko mengalami pergeseran tanah karena kedua sambungan spigot dan socket yang dimiliki membuat box culvert satu dengan lain tetap menyatu sempurna.
  3. Pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah menggunakan box culvert. Apalagi jika dibandingkan dengan proses cor manual, box culvert pracetak jauh lebih unggul dan menghemat waktu pekerjaan konstruksi.

 

Desain Jembatan Box Culvert

 

 

Dalam proses pemasangan box culvert untuk jembatan, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan perhitungan panjang dan lebar jembatan tersebut. Jembatan yang menggunakan box culvert sebaiknya berukuran pendek, karena box culvert tidak cocok untuk penggunaan jembatan panjang.

Langkah awal yaitu dengan melakukan penggalian sesuai dengan panjang dan lebar kebutuhan, kemudian hasil penggalian diberi pelapisan tanah dengan material tidak kasar untuk mengurangi resiko box culvert rusak dan tidak mengalami pergeseran tanah.

Setelah proses gali dan pelapisan selesai, barulah anda dapat memasang box culvert pada area yang sudah ditentukan dengan baris rapi setiap box nya. Anda bisa menggunakan bantuan alat berat untuk meletakkan box culvert dengan tepat sehingga posisinya lurus dengan ketinggian dan kemiringan sama antara box satu  dan lainnya.

Jika sudah terpasang, langkah terakhir adalah dengan melakukan penyambungan antar box kemudian diurug tanah kembali.

Inilah Bahan Baku Pada Pembuatan Beton Sesuai SNI

Inilah Bahan Baku Pada Pembuatan Beton Sesuai SNI

Penggunaan beton pada sebuah bangunan atau infrastruktur telah marak digunakan akhir-akhir ini. Tak heran jika kualitas beton di pasaran telah banyak menimbulkan persaingan . Bukan hanya soal harga namun juga kualitas. Sejumlah pabrik beton kini tengah berlomba-lomba memberikan kualitas terbaik demi memenuhi kebutuhan infrastruktur suatu proyek. Begitu juga dengan kami PT. Megacon Bangun Perkasa. Kami siap memberikan pelayanan pembelian beton untuk segala kebutuhan konstruksi anda.

Pada artikel berikut ini, kami akan mengulas bahan baku pembuatan beton sesuai standar. Bila anda tertarik dengan cara pembuatan beton, maka artikel ini sangat tepat untuk Anda kunjungi.

Sejatinya beton merupakan sebuah material yang telah melalui proses perpaduan antara semen, kerikil/split, pasir dan air. Bahan baku semen juga bisa ditambahkan dengan zat aditif seperti cairan kimia yang memiliki beragam fungsi. Mulai dari pemercepat atau perlambatan proses pengerasan beton dan masih banyak lagi.

Batu Beton

Merupakan salah satu material yang paling banyak dipakai di beberapa daerah. Dalam istilah SNI batu beton juga dinamakan dengan agregat kasar. Hal ini dikarenakan pada beton memiliki kandungan berupa batu pecah atau kerikil yang berfungsi untuk material agregat kasar. Pemilihan batuannya sendiri terdiri dari batuan alam utuh yang kemudian dipecah menjadi kecil-kecil. Secara umum batuan tersebut dipungut dari sungai-sungai. Ada juga bebatuan granit yang sudah dipecahkan. Volume dari kerikil tersebut kurang lebih 2 mm hingga 75 mm. 

Tidak hanya berfungsi sebagai bahan campuran beton, agregat kasar berupa kerikil ini juga dimanfaatkan pada proyek infrastruktur badan jalan sekaligus sebagai campuran batu pada sirtu. Batu kerikil telah di kategorisasi ke dalam tiga kelompok, diantaranya kerikil sungai, kerikil galian dan kerikil pantai. Pada kerikil pantai dan kerikil sungai terdapat sejumlah zat zat yang telah berkombinasi.

Tekstur permukaan nya cenderung licin dengan bentuknya yang bulat. Sementara pada kerikil galian, memiliki kandungan sejumlah zat diantaranya debu, tanah liat, pasir dan beragam zat organik lainnya. Usut punya usut, penggunaan kerikil ketiga alam tersebut mampu memberikan kualitas ikatan adukan yang semakin membaik. Berikut ini beragam varian batu kerikil yang mudah untuk dikenali.

  • Kerikil murni
  • Kerikil gunung
  • Kerikil teluk
  • Kerikil pantai
  • Kerikil sungai
  • Kerikil tepi
  • Kerikil piemonte
  • Kerikil tumbukan
  • Cadas tumbukan

Kricak merupakan penamaan lain dari material batu pecah, merupakan salah satu agregat kasar yang didapatkan dari bebatuan alam yang sudah dipecah. Biasanya kricak memiliki ukuran 5 hingga 70 mm. Mesin pemecah batu merupakan salah satu alat yang digunakan pada proses penggilingan material ini. Kini batu beton telah tersebar ke dalam variasi yang beraneka ragam, sehingga hal ini akan memudahkan anda untuk menyesuaikan pada tingkat kebutuhan proyek tertentu. Khususnya ketika anda terlibat dalam konstruksi infrastruktur publik.

Penerapan batu split pada beton dibedakan dalam beberapa tipe berdasarkan ukurannya yang kini tersedia di pasaran, diantaranya 1 hingga 2 cm, 2 hingga 3 sentimeter serta 3 hingga 4 cm. Misal, apabila anda akan melakukan pengerjaan konstruksi pada bangunan tiang atau kolom cor beton yang berukuran 30 cm x 30 cm atau 20 cm x 30 cm. Maka, batu pecah yang harus anda gunakan adalah 3 hingga 4 cm. Akan tetapi bila anda melakukan pekerjaan cor kolom praktis dengan ukuran hanya 10 cm x 10 cm, sangat direkomendasikan untuk menggunakan batu pecah berukuran paling kecil, yakni 1 hingga 2 cm.

Berdasarkan klasifikasi ukuran batu beton jenis kricak, didapatlah beberapa poin berikut ini.

  • Kricak halus, memiliki ukuran 5 hingga 10 mm
  • Kricak sedang, memiliki ukuran 10 hingga 20 mm
  • Kricak kasar, memiliki ukuran 20 hingga 40 mm
  • Kricak kasar sekali, memiliki ukuran 40 hingga 70 mm

Pasir

Pasir merupakan salah satu agregat halus pada bahan baku beton. Besaran percepatan maksimum pasir yang ditetapkan adalah 4,7 mm sesuai standarisasi SNI 02-6820-2002. Tidak boleh lebih dari 5 mm. Dengan demikian pasir yang digunakan bisa dari alam atau dari pecahan batu yang dihasil oleh para pemecah batu. 

Di lain sisi, agregat halus menurut SNI 1737-1989-F adalah berupa kumpulan butiran batu pecah, pasir, kerikil dan aneka mineral yang lain. Entah itu bagian dari hasil alam maupun buatan manusia. Yang jelas pasir merupakan bebatuan yang sudah dihaluskan. Besaran butiran pasir kurang lebih 0,14 hingga 5 mm. Biasanya diperoleh dari hasil disintegrasi bantuan alam, bisa juga dengan alat pemecah batu. Pasir digunakan sebagai bahan adukan, sehingga agregat halus ini harus diamati di lapangan.

Dari segi ukuran butiran pasir telah diklasifikasi menjadi dua kelompok, diantaranya agregat halus dan agregat kasar.

  1. Agregat halus adalah agregat yang dimana butir-butir secara keseluruhan dapat menembus lubang ayakan berukuran 4,75mm, 4,8 mm atau 5,0 mm.
  2. Agregat kasar merupakan agregat yang butir-butirnya tidak mampu tembus atau tertinggal pada lubang ayakan berukuran 4,75mm, 4,8 mm atau 5,0 mm.

Menurut SNI 03-6821-2002, terdapat beberapa persyaratan agregat halus yang harus dipenuhi sesuai standar prosedur, sebagai berikut:

  • Agregat halus memiliki butiran yang teksturnya keras dan tajam
  • Butiran halus harus memiliki sifat kekal, yaitu tidak mudah hancur atau pecah akibat cuaca ekstrim. Pembuktian dari sifat kekal tersebut dapat dilakukan dengan pengujian menggunakan larutan jenuh garam.
  • Agregat halus sangat ditekankan untuk tidak memiliki kandungan lumpur sebesar 5% pada berat kering. Apabila telah melampaui kadar kandungan tersebut, maka pasir wajib dicuci terlebih dahulu.

Gradasi agregat merupakan suatu distribusi ukuran butiran pada agregat. Volume pori akan membesar apabila butir-butir agregat seragam. Berbeda halnya jika ukuran yang dimiliki butiran tersebut bervariasi, maka volume pori akan menjadi kecil. Tak lain hal tersebut disebabkan butiran kecil mengisi pori pada butiran besar. Wajar jika pori-porinya menjadi sedikit. Dalam arti lain memiliki tingkat kepadatan yang tinggi. Jika volume pori-porinya mengecil, ada baiknya bahan penguat yang diperlukan juga sedikit. Tingkat kekasaran pasir menurut gradasinya telah dikelompokkan menjadi 4, berdasarkan SK SNI SNI T-15-1990-03.

  • Pasir halus
  • Pasir agak halus
  • Pasir agak kasar
  • Pasir kasar

Semen

Semen seperti pada umumnya semen merupakan zat yang biasa digunakan untuk merekatkan batu bata, batako atau aneka bahan bangunan yang lain. Istilah semen sendiri berasal dari kata caementum, berasal dari bahasa latin yang artinya memotong menjadi sejumlah bagian kecil secara tidak beraturan. Semen yang digunakan pada pembuatan beton adalah semen Portland. Semen termasuk dalam material komposit yang diantaranya terdapat agregat kerikil, pasir serta air. Beton dapat dicetak sesuai bentuk yang akan digunakan, begitu beton sudah mengeras maka dapat digunakan sebagai elemen struktur pada suatu proyek konstruksi.

Semen Portland juga dimanfaatkan pada pembuatan mortar, dimana Terdapat campuran antara air dengan pasir saja. Semen yang telah dicampur dengan air akan membentuk sebuah adonan yang nantinya akan mengeras dalam beberapa jam, jika proses pengeringannya semakin lama maka semakin kuat pula tingkat pengerasannya. Secara umum, beton dapat kering setelah 21 hari, kemudian mencapai titik pengerasan maksimal secara berlanjut.  Semen Portland telah diklasifikasi ke dalam 5 tipe, diantaranya:

Tipe 1 : Merupakan semen Portland yang digunakan untuk konstruksi umum atau tidak terlalu memerlukan syarat-syarat khusus. Tipe ini paling banyak diproduksi dan dipasarkan.

Tipe 2 : Merupakan semen portland yang khusus digunakan untuk bangunan bersuhu tinggi. Sehingga terjadi proses pengurangan air atau hidrasi selama proses pengeringan. Tipe 2 sangat disarankan untuk beberapa bangunan sarana publik, seperti dermaga, landasan dan bendungan.

Tipe 3 : Merupakan semen portland yang memerlukan tingkat kekuatan tinggi pada penggunaannya, khususnya ketika tahap permulaan pasca terjadinya pengikatan. Kekuatan dari semen Portland tipe 3 ini setara dengan portland tipe 3 yang sudah berumur 28 hari.

Tipe 4 : Merupakan semen portland yang membutuhkan tingkat panas hidrasi rendah dalam penggunaanya. Sehingga wajar jika semen tipe ini sering diterapkan pada bendungan dan lapangan udara yang membutuhkan struktur concrete massive bervolume besar.

Tipe 5 : Merupakan semen portland yang membutuhkan resistensi tinggi terhadap zat sulfat pada penggunaannya. Semen ini sangat cocok diterapkan pada pembuatan beton bertulang yang areanya rentah terhadap air atau tanah mengandung zat garam atau sulfat. Dalam artian mudah terjadi korosi. Area tersebut adalah pertambangan, lautan, perairan payau dan masih banyak lagi.

Demikian ulasan seputar bahan baku pembuatan beton sesuai standar prosedur. Semoga dapat mengedukasi Anda dalam memilih atau menerapkan produk beton terbaik sesuai kebutuhan. Jika Anda membutuhkan rekomendasi beton berkualitas, maka PT. Megacon Bangun Perkasa siap memenuhi kebutuhan konstruksi Anda. Komitmen kami adalah memberikan pelayanan setulus hati kepada seluruh klien, baik lama maupun baru. Jangkauan pengiriman kami saat ini pun telah tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.  

Langkah-langkah Membuat Campuran Beton yang Kuat

Langkah-langkah Membuat Campuran Beton yang Kuat

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan proyek adalah proses pengolahan beton. Proses pengolahan beton mempengaruhi kualitas mutu beton yang dihasilkan untuk bangunan. Dalam memproduksi beton, beberapa tahapan yang perlu dilakukan yakni pencampuran bahan-bahan beton, pemindahan adukan beton, penuangan adukan beton, dan proses pemadatan campuran beton.

Proses pembuatan beton ini harus dilakukan oleh tenaga kerja ahli dengan perhitungan yang sesuai standar yang telah ditetapkan. Tak hanya dapat menahan beban berat, beton yang berkualitas seharusnya dapat menahan sifat kohesi tinggi pula. Hal ini dimaksudkan agar pengaplikasian beton dapat digunakan dalam waktu lama dan kokoh dalam menahan segala kebutuhan infrastruktur pembangunan.

Material beton bisa anda dapatkan dengan cara produksi secara precast, readymix, maupun sitemix. Tentunya anda membutuhkan beragam bantuan alat besar agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat, kapasitas produksi yang dihasilkan pun lebih besar dan terjamin.

Produk beton adalah material konstruksi yang disusun dari campuran semen, agregat, dan air. Sementara campuran agregatnya terdiri dari 2 macam, yakni agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir). Bisa juga ditambahkan dengan campuran zat aditif untuk menjadikan produk beton lebih berkualitas. Contohnya supaya produk beton lebih cepat kering, tahan terhadap korosi, memiliki warna tertentu, dan berbagai spesifikasi lain yang dibutuhkan.

Langkah Membuat Campuran Beton untuk Pengecoran

Dalam memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan besar, kebutuhan material beton sangat diperlukan. Tapi untuk memenuhi kebutuhan beton dalam jumlah kecil seperti rumahan, anda dapat membuat campuran beton sendiri untuk proyek skala kecil tanpa membutuhkan mesin tertentu.

Cara membuat beton untuk kebutuhan rumah ini lebih mengarah kepada cara membuat adonan beton untuk pengecoran skala terbatas. Kami ada pabrik beton yang menyediakan jasa pembuatan beton untuk kebutuhan skala kecil dan besar, anda dapat menghubungi kami untuk informasi pemesanan produk terkait beton cor yang kami tawarkan.

Proses Produksi Campuran Beton untuk Proyek Skala Kecil

Anda dapat menggunakan mencampur semen, batu, pasir, dan air secara menyeluruh dengan menggunakan mesin mixer. Tapi bagi anda yang hendak melakukan proses produksi campuran beton ini sendiri dirumah, anda dapat memanfaatkan tangan tenaga manusia secara langsung.

Langkah awal yang perlu anda lakukan adalah mempersiapkan berbagai peralatan dan bahan. Keperluan bahan campuran beton bisa anda temukan pada toko bangunan. Sedangkan alat-alat yang dipakai adalah peralatan konstruksi pada umumnya. Proses pembuatan beton ini tidak terlalu rumit, hanya saja membutuhkan tenaga dan energy yang besar terutama dalam proses pengadukan bahan material.

Berikut adalah daftar bahan yang dibutuhkan dalam mencampur beton:

  • Semen
  • Air
  • Pasir
  • Agregat kasar (kerikil atau lainnya tergantung jenis beton)

Sedangkan untuk daftar peralatan yang dibutuhkan, yaitu:

  • Sekop
  • Ember

Kedua peralatan ini sudah umum dimiliki semua orang. Sekop digunakan sebagai alat mencampur semua agregat, air, dan semen. Sedangkan ember digunakan untuk mengangkut beton basah ke area pengecoran.

Selain mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, anda harus memiliki tempat yang pas digunakan sebagai area mengecor. Tak perlu ruang besar untuk membuat campuran beton karena proyek yang anda lakukan adalah skala kecil.

Langkah Membuat Campuran Beton Proyek Skala Kecil

Cara membuat beton untuk proyek skala kecil bisa anda lakukan sendiri tanpa perlu bantuan tenaga professional. Tentu proses dan langkahnya sangat berbeda untuk kebutuhan beton skala besar seperti pembuatan pondasi rumah atau pabrik. Bahkan untuk kebutuhan seperti ini anda harus mengikuti standar yang telah ditetapkan pemerintah agar produk beton yang dihasilkan sesuai dengan mutu standar serta tahan lama.

Nah, berikut ini akan kami paparkan cara membuat campuran beton skala kecil yang bisa anda lakukan sendiri dirumah. Langkah-langkah yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Cari tempat yang bisa digunakan yang bisa digunakan untuk mengolah atau memproduksi beton basah
  2. Jika Anda memilih lokasi tempat pembuatan beton dimana permukaan nya masih berupa tanah, sebaiknya dilapisi dengan plastik agar campuran beton tak bercampur dengan tanah dan kotoran lain.
  3. Ukur dahulu bahan-bahan dalam proses pembuatan beton
  4. Jika sudah, katakan agregat yang berupa Kerikil dan pasir ke dalam tumpukan lembaran plastik.
  5. Tambahkan semen sesuai dengan porsi yang memadai.
  6. Campur semua bahan material tersebut menggunakan sekop dan tumpuk menjadi satu sisi. Dalam langkah ini Anda membutuhkan energi yang cukup besar karena harus memastikan bahwa campuran tersebut telah merata.
  7. Buatlah sebuah kawah dari campuran tersebut kemudian tambahkan air.
  8. Kemudian ada kembali campuran tersebut dengan perlahan lakukan dari satu sisi ke sisi Lainnya.
  9. Pastikan air tersebut telah meresap secara merata ke dalam campuran beton.
  10. Jika semua proses campuran beton telah selesai, kini anda cuma perlu mengangkatnya menggunakan ember ke tempat pengecoran yang dilakukan.

Proses pembuatan di atas tentu sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri. Jika anda ingin membuat beton dengan kualitas mutu standar yang telah ditetapkan, maka anda dapat membaca panduan standar pembuatan beton. Jika anda tidak ingin membuat produk beton sendiri karena dinilai terlalu ribet, anda dapat menghubungi pabrik beton seperti kami karena menyediakan beragam produk beton yang berguna untuk infrastruktur pembangunan.

Untuk kebutuhan sederhana, sebaiknya anda melakukan pengecoran sendiri di rumah karena lebih fleksibel dan biaya yang dikeluarkan lebih murah.

Pengaplikasian Campuran Beton Untuk Proyek Skala Kecil

Ada beberapa pengaplikasian campuran beton di rumah yang bisa anda buat sendiri. Diantaranya adalah:

  • Pemasangan tiang
  • Bantalan beton
  • Sebagai tangga pintu
  • lantai untuk gudang dan lain sebagainya

Selain untuk kebutuhan di atas, anda dapat menggunakan campuran beton untuk proyek skala kecil untuk keperluan perbaikan atau penambalan beton yang rusak / retak. Untuk biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding anda menggunakan jasa pabrik beton.

Berikut adalah beberapa komposisi material yang digunakan sebagai campuran beton untuk menambal beton rusak dan retak.

  • 1 bagian semen
  • 2 bagian pasir
  • 4 bagian batu (agregat)

Komposisi campuran diatas digunakan untuk kekuatan beton skala menengah, bisa dicampur 6 banding 1 semen. Tapi jika anda nilai kurang kuat, anda bisa menggunakan komposisi nya sebagai berikut:

  • 1 bagian semen
  • 2 bagian pasir
  • 3 bagian batu (agregeat)

Agregat batu yang digunakan sebaiknya memiliki ukuran 15 sampai 20 mm. Sedangkan jumlah air yang harus ditambahkan ada 0,55 kali berat semen. Jadi jika anda menggunakan semen seberat 25 kg, perhitungan yang bisa dilakukan adalah 25 x 0,55 = 13,75 kg atau setara dengan 13,75  liter.

Untuk menghasilkan beton dengan kualitas yang bagus, anda sebaiknya menggunakan air bersih seperti yang biasa digunakan untuk minum. Air bersih telah terjamin tidak memiliki kandungan zat lainnya atau kotoran di dalamnya, sehingga campuran beton dapat menyatu dengan baik.

Nah, sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai langkah cara pembuatan beton sendiri di rumah. Walaupun dilakukan tanpa bantuan tenaga kerja ahli, anda dapat memperoleh kualitas mutu beton terbaik jika telah memperhatikan standar campuran beton yang telah ditetapkan. Membuat beton sendiri di rumah dapat menyelesaikan waktu pengerjaan proyek kecil dengan cepat dan tidak menghabiskan biaya dalam jumlah besar.

Hubungi kami jika saat ini anda membutuhkan produk-produk beton untuk konstruksi pembangunan, perusahaan kami menawarkan produk precast berupa: u ditch, kanstin, box culvert, road barrier, dan lain sebagainya yang tersedia dengan mutu beton K350.

Mengenal & Mengetahui Metode Kerja Pompa Beton (Concrete Pump)

Mengenal & Mengetahui Metode Kerja Pompa Beton (Concrete Pump)

Concrete pump merupakan pompa beton yang memiliki fungsi untuk mentransfer beton ke lokasi pengecoran. Jenis dari alat berat ini tentunya sangat efektif untuk membantu dan mempermudah pengerjaan konstruksi pembangunan. Ini berbentuk pepat tunggal atau sering disebut juga pompa portable apa pompa kodok. Fungsinya sangat maksimal dengan ditarik oleh kendaraan lain yakni concrete pump truck.

Pompa beton ini juga dapat berfungsi sebagai alat untuk memindahkan muatan dari satu tempat ke tempat lainnya. Ini juga biasanya bekerjasama dengan truk mixer atau truk molen. Concrete pump ini di desain khusus dan dilengkapi dengan pompa yang memiliki lengan atau biasa disebut dengan boom untuk mengalirkan dengan cara memompa campuran beton readymix ke lokasi cor yang sulit untuk dijangkau.

Mengenal Ukuran Concrete Pump

Seperti yang telah kita ketahui bahwa ada berbagai macam jenis dari concrete pump. Jenis-jenis inilah yang mempengaruhi ukuran dari concrete pump tersebut. Berikut ini masing-masing pembahasan mengenai ukuran dari concrete pump yang perlu Anda ketahui:

Concrete Pump Standar

Concrete pump jenis ini sangat sering digunakan untuk konstruksi pembangunan. Keuntungan yang dimiliki ialah tidak dibutuhkan lahan yang luas untuk mengoperasikannya. Apalagi boom atau lengan robot untuk mentransfer beton cor juga cukup panjang. Sangat memungkinkan untuk memindahkan beton cor dengan lebih efisien. Ukuran yang dimiliki oleh concrete pump ini yaitu panjang boom sekitar 18 meter hingga 21 meter, lebar kendaraan atau truk yaitu 2,8 m dengan panjangnya 8,2 m.

Mini Concrete Pump

Ukuran dari truk untuk jenis concrete pump ini sesuai dengan standar. Yang membuatnya lebih unik yaitu panjang dari boom atau lengannya. Kepanjangan dari boom mencapai 27 meter dengan lebar kendaraan atau truk ialah 2,8 dengan panjang 12 m.

Super Longboom Concrete Pump

Jika dilihat dari concrete pump sebelumnya maka super longboom concrete pump ini memiliki lengan yang lebih panjang sehingga dapat digunakan untuk lokasi konstruksi atau pada bangunan yang memiliki tinggi 5 sampai 6 lantai. Panjang dari lengannya yaitu mencapai 32 hingga 36 meter, lebar truk adalah 2,8 m dengan panjang kendaraan 12 meter.

Master Longboom Concrete Pump

Sesuai dengan namanya memiliki keunggulan dan juga keunikan dari jenis concrete pump ini yaitu lengannya yang sangat panjang jika dibandingkan dengan concrete pump jenis lainnya. Ukuran panjang dari lengan tersebut mencapai 46 m, lebar kendaraannya yaitu 2,8 m dengan panjang 12 meter.

Portable Concrete Pump

Sangat sering disebut dengan pompa kodok yang dapat mendistribusikan beton cor ke lokasi konstruksi. Panjang dari concrete pump ini dapat dijangkau untuk mentransfer beton cor yaitu dengan ukuran 500 meter secara horizontal dan mampu mencapai ketinggian lantai hingga 10 lantai pada gedung bertingkat.

Metode Kerja Concrete Pump

Anda telah mengetahui bahwa concrete pump tidak dapat dipisahkan dari mixer truck yang fungsinya yaitu untuk mengolah beton cor di dalamnya. Terdiri dari rangkaian lengan robot atau boom yang dapat memungkinkan pompa menyalurkan beton dari ketinggian atau jarak tertentu baik itu vertikal maupun horizontal untuk melakukan pengecoran yang dilakukan di lantai pada gedung yang tinggi. Panjang dari lengan ini dapat ditentukan terlebih dahulu agar dapat menjangkau lokasi yang ditentukan. Yaitu dengan cara menyambung pipa secara vertikal disesuaikan dengan panjang yang diinginkan.

Kelebihannya adalah pipa atau lengan ini dapat juga disesuaikan dengan kondisi lokasi proyek. Bahkan pipa ini juga bisa dipasang untuk kondisi proyek horizontal ataupun miring. Pergerakan dari lengan ini sendiri dapat diatur dengan remote control hingga pengoperasiannya pun lebih mudah dikendalikan oleh operator yang menjalankan.

Kenapa Menggunakan Pompa Beton?

Untuk Anda yang masih awam mungkin memiliki pertanyaan yaitu Mengapa harus menggunakan pompa beton?

Jawabannya adalah dilihat dari segi kepraktisan, hemat waktu, hemat tenaga dan masih banyak lagi yang menjadi alasan untuk menggunakan pompa beton dan tentunya menjadi solusi bagi pembangunan karena dapat menjangkau ke lokasi yang sulit, memudahkan pekerjaan dan mempercepat waktu pekerjaan. Karena juga menggunakan pompa beton dalam hal ini dapat membawa beton ke lokasi cor dengan stabil dan cepat dibandingkan dengan cara membawa adukan beton menggunakan tenaga manusia yang dapat memiliki resiko sekresi beton. Pada penggunaan concrete pump ini hal yang harus diperhatikan adalah kekentalan dari beton. Semakin adukan beton kental maka kerja pompa juga semakin berat.

Dalam menyelesaikan pekerjaan pembetonan agar lebih cepat selesai keberadaan pompa beton menjadi sangat penting. Jika pada concrete pump mengalami kendala atau kerusakan di saat pengecoran berlangsung hal tersebut dapat berdampak pada turunnya jadwal atau schedule Waktu penyelesaian suatu proyek.

Penerapan Box Culvert untuk Teknik Sipil

Penerapan Box Culvert untuk Teknik Sipil

Dalam penerapannya pada teknologi box culvert untuk teknik sipil biasanya digunakan untuk pembangunan jembatan, jalan Raya, gorong-gorong rel kereta api dan masih banyak lagi. Penerapan box culvert biasanya bertujuan untuk membuat sebuah bangunan atau gorong-gorong beton yang mumpuni dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama. Untuk meningkatkan fungsi dari box culvert ini pada teknik sipil biasanya juga ditambahkan dengan berbagai keperluan beton lainnya.

Teknik penerapan sipil box culvert pada jembatan yang ada di Indonesia ini penggunaannya memiliki fungsi yang sangat banyak. Fungsi utama dari box culvert adalah untuk membantu saluran air dan mempercepat pekerjaan ketika nantinya ada renovasi pada pembangunan jalan maupun pada sebuah jembatan. Pembangunan ini juga dirancang sedemikian rupa dan disesuaikan dengan keperluan lapangan.

Teknik pemasangan box culvert sendiri harus dilakukan dengan sangat hati-hati perlu diperhatikan karena tidak boleh dipasang dengan sembarangan. Hal tersebut karena telah banyaknya terjadi kecerobohan yang dilakukan dengan pemasangan box culvert yang asal-asalan dan mengakibatkan banyak sekali kejadian tidak terduga seperti amblesnya tanah dan lain-lain.

Keunggulan Box Culvert untuk Infrastruktur Jalan

Telah kita ketahui bahwa banyak sekali keunggulan yang dimiliki oleh box culvert. Hal tersebut dapat kita rasakan dengan semakin berkembangnya infrastruktur di setiap daerah yang ada di Indonesia terutama infrastruktur umum seperti jalan raya yang sangat sering digunakan. Anda juga tentu sudah mengetahui bahwa Box culvert bisa diaplikasikan sebagai gorong-gorong di bawah Jalan Raya. Hal tersebut bertujuan untuk memperlancar saluran air dibawah jalan.

Beberapa keunggulan yang dapat kita rasakan dengan menggunakan box culvert sebagai bahan utama dalam sebuah Pembangunan seperti gorong-gorong yaitu antara lain:

  • Pemasangan dan penginstalannya sangat ringan
  • Pemasangan juga sangat cepat dan efisien
  • Biaya penginstalan sangat terjangkau
  • Box culvert memiliki plat besi join yang dijadikan sebagai struktur agar tetap kokoh dan juga tetap kuat menghadapi segala kemungkinan seperti penurunan atau pergeseran tanah pada suatu pondasi

Cara Pemasangan Box Culvert pada Teknik Sipil

Box culvert sendiri memiliki pengaplikasian yang cukup mudah untuk diaplikasikan pada gorong-gorong jembatan, jalan raya dan lain sebagainya. Proses penerapannya cukup simpel ini membuat banyak orang lebih memilih box culvert pracetak dibandingkan dengan jenis beton lainnya sebagai alat penyedia saluran air.

Tidak hanya membutuhkan proses galian tanah yang dalam berikut beberapa cara untuk memasang culvert sebagai gorong-gorong yang biasa dilakukan pada suatu proyek.

Langkah pertama yaitu membuat parit yang ukurannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan dari box culvert. Memiliki kedalaman yang mengikuti kedalaman minimal dari pabrik beton pracetak membuat produk tersebut. Lebarnya juga sudah diperhatikan dari lebar box untuk memudahkan pemasangan. Jika area penggalian sudah tidak diperlukan lagi maka bisa segera ditutup kembali dan dipadatkan kembali.

Langkah kedua yaitu pelapis tanah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan box culvert. Pelapisan tanah dengan alas ini harus diperhatikan dengan baik karena dengan menggunakan material yang kasar membuat box culvert akan mengalami kerusakan.

Selanjutnya yaitu dengan proses pemasangan dimana langkah awalnya membuat barisan dari box pertama untuk menentukan kelurusan penempatan box selanjutnya. Hal yang perlu dilakukan selanjutnya yaitu pengaplikasian sealant untuk menghindari migrasi tanah pada air. Setelah semua pengaplikasian dan cara-cara diatas cara selanjutnya yaitu adalah pengurukan area kerja yang telah dilakukan pemasangan.